Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Fraksi Gerindra Beber Lima Peluang Perbankan Syariah

 
16 Agustus 2019

Fraksi Gerindra Beber Lima Peluang Perbankan Syariah

Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Timur membeberkan  lima peluang besar berkembangnya perbankan syariah di Indonesia. Salah satunya mayoritas penduduk Islam. 

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jatim, Noer Sucipto mengatakan, secara kuantitas masyarakat Indonesia terutama Jatim merupakan pangsa pasar yang begitu potensial. Maka bank syariah sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

"Selama ini hanya ada bank konvensional. Maka Bank Syariah juga dibutuhkan masyarakat," ujar Noer Sucipto.

Peluang kedua adalah fatwa bunga bank sehingga dapat menjadi legitimasi bagi perbankan syariah dalam mensosialisasikan kiprahnya. Ketiga, menggeliatnya kesadaran beragama. Sedangkan kelima yakni menjalarnya penerapan ekonomi Islam. Apalagi saat ini, hadir Asuransi Syariah (Takaful), Pegadaian Syari’ah, MLM syariah, koperasi syariah, pasar modal dan obligasi syari’ah termasuk bisnis Hotel Syariah. 

"Untuk yang terakhir adalah berkembangnya lembaga keislaman. Seperti berdirinya sekolah tinggi ekonomi Islam atau perguruan tinggi yang membuka jurusan ekonomi Islam. Tak hanya itu saja,maraknya sekolah Islam unggulan merupakan saham berharga untuk mencetak kader-kader ekonom dan Bankir Islam," paparnya.

Noer memahami nota penjelasan yang disampaikan oleh Gubernur, bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen mewujudkan suatu niatan mulia untuk mendorong keberadaan lembaga keuangan Syariah. Mengingat niat ini dirintis sejak 2007 dengan berdirinya unit usaha Syariah dalam operasional Bank Jatim.

"Sepanjang perjalanan Bank Jatim melaksanakan unit usaha Syariah, lingkungan regulasi turut mengalami perkembangan, terutamanya dengan terbitnya Undang-Undang No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah," terangnya.  

Fraksi Gerindra dapat memahami bahwa pelaksanaan spin off seyogyanya selain memperhatikan pemenuhan atas peraturan perundang-undangan, dan dilengkapi pertimbangan strategis di mana penguatan persiapan dari berbagai aspek. 

Hal ini tentunya akan membawa dampak positif jika dilakukan dalam rentang waktu yang masih dimungkinkan menurut peraturan perundang-undangan. Sejalan dengan asas prudent, maka dipandang perlu untuk menggunakan semaksimalnya tenggat waktu yang ada untuk mengutamakan penguatan business model yang berbasis teknologi dan upaya refocusing pada segmen yang menjadi unggulan bank dalam ekosistem bisnis Pemerintahan Daerah dan Bank Pembangunan Daerah.

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved