Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Lima Komisi Bahas Rancangan PAPBD Jawa Timur Tahun 2019

 
28 Agustus 2019

Lima Komisi Bahas Rancangan PAPBD Jawa Timur Tahun 2019

Lima Komisi DPRD Provinsi Jawa Timur membahas Penetapan Rancangan  Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (R-PAPBD) Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2019, dalam Rapat Paripurna yang dilaksanakan Selasa, 27/8/2019.

Pimpinan Paripurna DPRD Jatim Achmad Iskandar mengatakan belanja daerah TA 2019 yang semula dianggarkan Rp 33,519 miliar pada anggaran Rancangan Perubahan APBD TA 2019 berubah menjadi Rp 37, 985 triliun. Dimana belanja tidak langsung, yang semula Rp 22,600 triliun berubah menjadi Rp 25, 748  atau meningkat sebesar Rp 3 triliun 147 miliar.

Sementara belanja langsung, yang semula dianggarkan sebesar Rp 10 triliun 919 miliar. "Atau bertambah sebesar Rp 13 miliar 237 triliun," terang dia.

Hadir dalam sidang paripurna Wakil Ketua dari Fraksi Gerindra Ir. H. Tjutjuk Sunario, Wakil Ketua dari Fraksi Golkar Dr. H.M. Soenarjo, Wakil Ketua dari Fraksi PDI Perjuangan, Kusnadi,  Wakil Gubernur Jatim, Emil Elistianto Dardak. Serta anggota DPRD Jatim dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jawa Timur.

DPRD Jatim memahami bahwa pembahasan Rancangan Perubahan Anggaran dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2019 memiliki makna yang sangat penting sebagai upaya menyikapi terjadinya perubahan situasi dan kondisi perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi prioritas pembangunan daerah, kerangka ekonomi daerah dan keuangan daerah, rencana program dan kegiatan RKPD berkenanaan, serta adanya keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun anggaran sebekumnya harus digunakan untuk tahun berjalan.

Sebelumnya Pemrov Jatim menambah jumlah anggaran pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2019. Penambahan tersebut mencapai Rp 4,465 triliun rupiah, dari yang sebelumnya Rp 33,519 triliun menjadi sebesar Rp 37,985 triliun.

Mengutip nota penjelasan yang dibacakan Gubernur Khofifah Indar Parawansa pada Sidang Paripurna di DPRD Jatim, Senin (12/8/2019), ada beberapa pos di beberapa dinas yang mengalami kenaikan. "Dana sebesar itu akan digunakan untuk belanja tidak langsung dan belanja langsung," kata Gubernur Khofifah.

Untuk belanja tidak langsung yang semula dianggarkan Rp 22,6 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp. 25,75 triliun.

Peningkatan tersebut di antaranya digunakan untuk belanja pegawai, belanja bunga, subsidi, hibah, hingga bantuan sosial, termasuk juga belanja bagi hasil dan bantuan keuangan kepada pemerintah kabupaten/kota hingga desa, serta belanja tidak terduga.

Sementara untuk belanja langsung juga mengalami peningkatan. Dari yang sebelumnya ada di angka Rp 10,91 triliun menjadi Rp 12,23 triliun. Anggaran itu diprioritaskan untuk belanja pegawai, barang dan jasa, serta belanja modal

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved