Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Program TisTas Gubernur Khofifah Perlu Dievaluasi dan Dimatangkan - DPRD Jatim Minta OPD Pelaksana Dievaluasi

 
08 Oktober 2019

Program TisTas Gubernur Khofifah Perlu Dievaluasi dan Dimatangkan

- DPRD Jatim Minta OPD Pelaksana Dievaluasi

Program Pendidikan Gratis Berkualitas (TisTas) yang dicanangkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, saah satunya dengan memberikan bantuan kain seragam gratis sebanyak dua stel pakaian yakni abu-abu dan pramuka untuk jenjang SMA/SMK dikritisi kalangan DPRD Jatim lantaran tahun anggaran 2019 ini gagal direalisasi.

Anggota Fraksi Keadilan Bintang Nurani (FKBN) DPRD Jatim Mathur Husyairi mengakui program TisTas memiiki tujuan bagus karena dapat meringankan beban para orang tua dan siswa SMA/SMK di seluruh Jatim. Namun karena terkesan terburu-buru dan OPD yang menjadi penanggungjawab kurang siap sehingga gagal terealisasi di awal tahun kepimpinan gubernur perempuan pertama di Jawa Timur.

"Saya berharap Dinas Pendidikan, ULP dan Biro Administrasi Pembangunan perlu dievaluasi  oleh Gubernur. Jangan sampai kemudian Nawa Bhakti Satya dan jargon CETTAR hanya jadi lipservis karena OPD tak mampu melaksanakan program dari Gubernur. Akibatnya, masyarakat dan dunia pendidikan juga menjadi underestimate terhadap kebijakan Pemprov Jatim yang terkesan janji manis belaka," tegas politisi asal Madura saat dikonfirmasi Selasa (8/10/2019).

Ia juga mendengar kalau proses lelang pengadaan kain seragam gagal terlaksana kendati sudah dilakukan dua kali pelelangan. Sehingga hampir dipastikan anggaran sebesar Rp.132 miliar tersebut tak terserap dan akan menjadi Silpa APBD Jatim 2020 karena P-APBD Jatim 2019 sudah tuntas.

Kendati demikian, politisi asal PBB ini berharap alokasi anggaran bantuan seragam pendidikan bagi siswa SMA/SMK dan pendidikan khusus serta layanan khusus di Jatim tidak dialihkan peruntukannya ke bidang lain.  

"Namun Pemprov Jatim harus bisa memastikan bahwa program TisTas wajib terealisasi di tahun aggaran 2020 agar masyarakat Jatim tidak kecewa lagi," pinta Mathur Husyairi.

Di sisi lain, pihaknya juga berharap Dinas Pendidikan Jatim mengintruksikan kepada lembaga pendidikan di bawah naungan Pemprov Jatim tidak ada lagi menyiapkan seragam untuk beli di sekolah dan menarik biaya untuk kegiatan ekstrakurikuler yang cukup memberatkan para orang tua. 

"Kami juga mendapat laporan sekolah di Surabaya masih menarik biaya kepada siswa SMA untuk kegiatan ekstrakurikuler hingga nilainya jutaan rupiah," pungkas Mathur Husyairi.

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved