Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Komisi E Dukung Penuh Peluncuran Kartu Prakerja

 
12 Februari 2020

Komisi E Dukung Penuh Peluncuran Kartu Prakerja

Kebijakan pusat untuk program kartu prakerja yang akan di luncurkan di Jawa Timur dengan anggaran kurang lebih Rp.1,351 trilyun mendapat dukungan penuh dari Komisi E DPRD Jatim. Apalagi di program tersebut dapat melatih hampir 200 ribu masyarakat yang membutuhkan pekerjaan. Tapi bagaimana implementasi dari program tersebut, efektifkah, tentunya perlu dilakukan pemantauan yang signifikan  di lapangan.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Artono menegaskan jika program tersebut sangat baik dalam mengurangi angka pengangguran di Jatim. Tapi efektifkah dengan waktu yang dibutuhkan hanya tiga bulan. Jangan- jangan hanya sekedar program yang outputnya tidak sesuai dengan harapan.

"Lihat saja lulusan SMK dengan lama sekolah tiga tahun, ternyata lulusannya belum siap pakai. Apalagi program ini, yang hanya membutuhkan waktu tig bulan saja," tegas politikus asal PKS ini penuh tanda tanya, Rabu (12/2/2020).

Selain itu, tambah pria yang juga pengusaha ini pemerintah harus giat dalam menciptakan lapangan kerja, sehingga masyarakat yang dilatih tadi ada yang menampung. Tentunya harus sesuai yang diinginkan oleh dunia usaha. "Sebaliknya jika lulusan dari pelatihan tadi tidak sesuai dengan kebutuhan dunia usaha, maka akan sia sia saja," lanjutnya.

Lebih jauh Artono berharap Jatim mempermudah perizinan yang akan masuk di Jatim. Selain model  perijinan OSS (One Sistem Submit) kelihatannya mudah tapi malah mempersulit dan memperlambat perijinan. Dimana banyak daerah yang masih belum siap menerapkan perijinan dengan model OSS.

Seperti diketahui, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansyah berharap Kartu Prakerja Bisa Kurangi Pengangguran di Jatim Melalui Teaching Factory Surabaya - 7 Februari 2020 Kartu Prakerja yang digagas Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan segera dilaunching. Melalui kartu ini akan diberikan biaya pelatihan berkisar Rp3-7 juta dengan estimasi durasi pelatihan 90 hari atau 3 bulan.

Ada dua leading sector yang menangani kartu prakerja ini. Diantaranya Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Rencananya, Jawa Timur akan mendapatkan kuota 100 ribu Kartu Prakerja dari jalur Kemenaker. Kemudian untuk Kartu Prakerja dari jalur Kemenko Perekonomian, Jatim sementara akan mendapatkan kuota 93 ribu. 

Saat memimpin Rapat Terbatas dengan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (6/2).   Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jatim berkoordinasi dengan Kemenaker. Sedangkan Dinas Pendidikan Prov. Jatim berkoordinasi dengan Kemenko Perekonomian terkait Kartu Prakerja ini.

Lebih lanjut disampaikannya, untuk supporting teamnya adalah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Koperasi dan UKM.  “Jadi Dinas Perindag dan UMKM akan  support, mereka membantu  memilahkan mana yang passionnya ke digital IT, mana yang non digital IT sesuai platform yang ditentukan pemerintah ,” ujar orang nomor satu di Jawa Timur ini.

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved