Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Masalah Pupuk Bersubsidi Sudah Klir, Mentan Siap Revisi Lampiran Permen 01/2020

 
12 Februari 2020

Masalah Pupuk Bersubsidi Sudah Klir, Mentan Siap Revisi Lampiran Permen 01/2020

Komisi B DPRD Jatim minta para petani di Jatim tidak perlu resah. Menyusul adanya pertemuan antara Komisi B DPRD Jatim dengan Menteri Pertanian yang diwakili Direktur urusan pupuk, Ir Rahmanto hari ini (Selasa 11/2/2020) di Jakarta telah terjadi kesepakatan jika kebutuhan pupuk di Jatim dikembalikan seperti semula.

Ketua Komisi B DPRD Jatim, Aliyadi menegaskan jika munculnya pengeprasan pupuk di Jatim sebesar 50 persen murni kesalahan entri data yang dilakukan oleh Pemprov. Jatim. Namun demikian hal tersebut sudah selesai, setelah pihak Kementan siap melakukan revisi terhadap lampiran yang ada di Permentan No. 01/2020.

"Alhamdulillah semuanya sudah klir. Artinya petani di Jatim yang ada di Tuban, Lamongan, Gresik, Lumajang dan Blitar tak perlu khawatir karena alokasi pupuk di Jatim sudah dikembalikan seperti semula. Apalagi Jatim merupakan wilayah penopang pangan nasional,"lanjut politisi asal PKB yang dihubungi pertelepon genggamnya, Selasa (11/2/2020).

Disisi lain, tambah  Aliyadi ternyata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansyah per tanggal 20 Januari 2020 sudah menyurati Kementrian Pertanian terkait pengurangan pupuk subsidi hingga 50 persen.

"Dengan pertemuan ini, kami mengucapkan terimahkasih karena pengeprasan ini hanya sekedar salah persepsi akibat entre yang dilakukan Pemprov Jatim dan kini sudah tidak ada lagi masalah,"tandasnya.

Seperti diketahui, Kementrian Pertanian (Kementan) membuat kebijakan yang mengejutkan terkait jumlah alokasi pupuk bersubsidi yang diberikan untuk Provinsi Jawa Timur di Tahun 2020. Dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 01 Tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi, alokasi pupuk bersubsidi untuk jatah Provinsi Jatim dipangkas hingga mencapai 50 persen.

Berdasarkan data, alokasi pupuk bersubsidi di Jatim tahun 2019 tercatat pupuk urea sebanyak 1.066.044 ton, pupuk SP-36 sebanyak 142.880 ton, pupuk ZA sebanyak 480.250 ton, pupuk NPK sebanyak 590.710 ton, dan organik sebanyak 506.400 ton.

Sedangkan dalam Permentan yang baru, mengalami penurunan signifikan yakni pupuk urea menjadi 553.546 ton, pupuk SP-36 menjadi 66.123 ton, pupuk ZA menjadi 186.756 ton, pupuk NPK Phonska menjadi 437.809 ton, dan pupuk organik menjadi 105.350 ton

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved