Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Jabir Nilai RS Kusta Kediri Memprihatinkan

 
18 Maret 2013

Suara Indrapura : Komisi E DPRD Jawa Timur menemukan kondisi memprihatinkan saat melakukan sidak ke Rumah Sakit Kusta Kediri (8/3). Pasalnya, sejak tahun 1992 Rumah Sakit yang menampung para penyandang penyakit kusta ini belum pernah dikunjungi anggota DPRD Jawa Timur.

Anggota komisi E DPRD Jawa Timur, Ahmad Jabir menyampaikan keprihatinannya atas kondisi Rumah Sakit Kusta Kediri saat berkunjung langsung. Pada kunjungan tersebut, Jabir berkesempatan menemui para pasien kusta serta melihat kondisi sarana dan prasarana rumah sakit yang dinilainya masih minimalis. “Beberapa sarana pendukung yang masih sangat minimalis perlu ditingkatkan dan diperbarui. Kami menemukan misalnya alat fisioterapi berupa treatmill hanya ada dua buah. Ini tidak sebanding dengan jumlah pasien yang ada, itupun salah satu treatmill ternyata baru diadakan tahun 2012,” ujar pria yang sebelumnya menjadi anggota komisi A DPRD Jatim.

Kedatangan anggota DPRD Jawa Timur disambut baik oleh Nur Siti Maimunah selaku  Kepala Rumah Sakit Kusta Kediri. Pihaknya dengan semangat memandu berkeliling memperlihatkan kondisi rumah sakit. “Ini ruang alat terapi kerja, kami hanya memiliki dua buah mesin jahit dan peralatan sederhana lainnya untuk membantu pasien mengembangkan keterampilan sekaligus melatih gerak kinestetik pasien,” jelas sosok yang belum lama dilantik menjabat sebagai kepala Rumah sakit tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Politisi asal PKS Jatim ini juga menambahkan diperlukan pengembangan alat pembuat kaki dan tangan palsu bagi penderita kusta yang terbilang masih minimalis.  Disisi lain, Jabir juga salut dan mengapresiasi atas kreatifitas tenaga kerja dan tenaga medis di rumah sakit tersebut. Misalnya saja dalam hal memodifikasi kompresor menjadi alat pendukung pembuatan kaki dan tangan palsu karena keterbatasan dana. Pihaknya menilai bekerja di tempat yang banyak orang tidak tertarik serta penuh dengan nilai sosial adalah pekerjaan yang sangat mulia.

Lebih lanjut, Ahmad Jabir juga menambahkan bahwa perlu adanya desain lintas sektor bagi para pasien guna meningkatkan pemberdayaan ekonominya pasca terapi. “Pasien yang sudah diterapi kesehatannya harus di follow-up dengan pemberdayaan ekonomi. Hal ini diperlukan agar mereka setidaknya dapat memenuhi hajat hidup yg layak. Ini bisa lintas sektor. Misalnya pelatihan yg bisa memanfaatkan BLK Jatim dari Disnaker, atau juga bantuan dana pemodalan baik dari biro Perekonomian maupun Kesra,” tegas wakil ketua umum DPW PKS Jawa Timur itu. (Noni)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved