Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Dewan Jatim Bentuk Perda tentang Perlindungan Terhadap Obat Tradisional

 
23 Maret 2020

Dewan Jatim Bentuk Perda tentang Perlindungan Terhadap Obat Tradisional

Menjamin keamanan, khasiat/manfaat dan mutu produk jadi obat tradisional yang dihasilkan di daerah, mengembangkan bahan baku dan produk jadi obat tradisional di daerah, meningkatkan pemanfaatan obat tradisional untuk promosi, pencegahan, pengobatan, perawatan, dan/atau pemeliharaan kesehatan di daerah, mengurangi ketergantungan pada penggunaan obat kimia dalam pelayanan kesehatan di daerah, meningkatkan kesjehtaraan bagi petani tanaman obat dan pelaku usaha obat tradisional, dan menjaga dan melestarikan warisan budaya.

Ditemui terpisah, anggota Komisi E, dr. Benjamin Kristianto menyampaikan, obat tradisional ini berasal dari tanaman tradisional yang mempunyai khasiat untuk kesembuhan dan ini banyak di Indonesia serta dikelola masyarakat. “Kami ingin baik itu produsen atau konsumen harus dilindungi, makanya atas dasar itu keluar Perda Perlindungan Obat Tradisonal. Dari sisi komsumen, kami ingin kualitasnya terjamin,” ungkap dia.

Dia menyontohkan, penjual jamu racikan di pinggir jalan, kadang toko obat ‘tanpa bendera’ menjual obat yang dipacking dan diplastik kecil-kecil. Dia takut kualitas mutunya tidak benar. “Aslinya obat tradisional itu alami tanpa campuran, kok ternyata ada campuran kimia juga. Jadi kami cari yang benar-benar natural yang sudah diuji coba khasiatnya,” ujar dia.

dr. Benjamin menyampaikan, di luar negeri, terdapat klinik dan preklinik. Preklinik itu maksutnya sebelum obat dikonsumsi masyarakat, terlebih dulu diuji cobakan ke binatang. “Sebaiknya, di Indonesia juga demikian,” ujarnya.

Dia memberikan contoh lagi, tanaman kunyit itu memang bagus untuk penyakit liver. Tetapi komponen zat di dalam kunyit itu tidak semua bagus untuk dikonsumsi. “ Di dalam kunyit ada zat A yakni A aksen yang aktif dan bagus untuk dikonsumsi. Sedangkan A aksen kedua yang punya aksen berbahaya ya jangan dipakai,” Katanya

Dia menegaskan, bukan kemudian zat itu dikilo terus dipuyer buat obat. “Jadi kami benar-benar tahu kualitasnya, untuk melindungi konsumen dan untuk  produsen harus melengkapi izin-izinnya, tidak harus industri. Di Perda ini juga kami membuat unit usaha kecil-kecil. Kami minta yang unit kecil ini kualitasnya juga harus dijaga,” 

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved