Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Pansus LKPJ Akhir Tahun Dikebut

 
13 April 2020

Pansus LKPJ Akhir Tahun Dikebut

DPRD Jatim membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran 2019. Rapat pansus diikuti pimpinan dewan ini, berlangsung di ruang paripurna, Senin (13/4/2020).

Hj. Anik Maslachah, wakil ketua DPRD Jatim menyampaikan, pembentukan pansus ini setelah Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa membacakan Nota LKPJ Akhir Tahun 2019 dihadapan rapat paripurna DPRD Jatim, Senin (13/4/2020).

Lanjut Anik Masalachah dari Fraksi PKB DPRD Jatim ini, pembentukan Pansus LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2019. Sesuai kesepakatan semua fraksi di DPRD Jatim. Maka pimpinan Pansus LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2019 dipimpin perwakilan dari Fraksi Partai Gerindra Jatim yaitu Rohani. Kemudian Wakil Ketua yaitu, Sri Subianti dari Fraksi Partai Demokrat, dan Wakil Ketua yaitu dari Fraksi Partai Golkar, Kodrat Sunyoto.

"Pembahasan melalui pansus setelah Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa membacakan Nota LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2019,“ujar Anik Maslachah.

Sementara  Ketua Pansus LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2019 DPRD Jatim, Rohani mengatakan pihaknya akan mengundang organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jatim untuk membahas lebih lanjut LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2019. "OPD dihadirkan  untuk melengkapi data dalam laporan LKPJ yang disajikan Gubernur Jatim kepada DPRD Jatim," kata Rohani.

Sebelum membahas bersama OPD, Pansus LKPJ Akhir tahun Anggaran 2019 akan mengundang BPS untuk mencocokkan data LKPJ. “Pembahasan secara periodik ini bisa menghasilkan LKPJ yang bagus dan kebijakan yang tepat sasaran,” harap politisi asal Fraksi Gerindra DPRD Jatim.

Sementara itu Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan pendapatan daerah Pemprov Jatim Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp 33,42 triliun terealisasi 100,08 persen atau sebesar Rp 33,45 triliun. Kemudian belanja daerah yang direalisasikan sebesar Rp 34 triliun atau sebesar 89,48 persen dari rencana sebesar Rp 38 triliun. Sedangkan untuk pertumbuhan ekonomi Jawa Timur, kata Khofifah selama kurun waktu TA 2019 melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yakni di angka 5,52 persen. Padahal pertumbuhan nasional Indonesia berada di kisaran, 5,02 persen.

Selanjutnya untuk capaian PDRB per kapita tahun 2019 juga meningkat sebesar 6,89 persen, dari 55,43 Juta (tahun 2018) menjadi 59,25 Juta (tahun 2019). Artinya secara rerata, tingkat kesejahteraan masyarakat Jatim juga mengalami peningkatan.

Kinerja perekonomian yang membaik tersebut, lanjut Khofifah, juga diiringi kinerja inflasi Tahun 2019 yang cukup terkendali. Laju Inflasi tahun kalender sampai dengan Bulan Desember 2019 mencapai 2,12 persen, atau lebih rendah dibanding Inflasi tahun kalender bulan Desember 2018 sebesar 2,86 persen.

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved