Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

 
29 April 2020

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Erma Susanti Anggota Pansus LKPJ dari Fraksi PDI Perjuangan, Rabu (29/4/2020), menyampaikan pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur pada tahun 2019 sebesar 5,52%, melampau pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,02% dan PDRB Provinsi Jawa Timur tahun 2019 naik 6,89 %. Namun ternyata belum meningkatkan kesejahteraan sebagian besar masyarakat Jawa timur di pedesaan yang mata pencaharian sebagian besar adalah sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

Politisi Indrapura ini menambahkan, nilai tukar petani (NTP) yang meskipun naik hanya  0,48% dari 108,97 tahun 2018 menjadi 109,49 tahun 2019, jauh dari kenaikan NTP pada tahun periode 2017-2018, yaitu 2,2% saat masih kepemimpinan gubernur wakil gubernur sebelumnya.

Begitu juga NTP  juga mengalami penurunan 0,44% dari 126,90 tahun 2018, menjadi 126,34 tahun 2019. Padahal kinerja NTN nasional meningkat 0,67% dari 113,53 tahun 2018 menjadi 114,29 tahun 2019. "NTN Jatim masih kalah dengan Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DIY, padahal  dilihat dari potensi perikanan dan kelutan Jawa Timur tidak kalah dengan propinsi-propinsi di jawa lainnya," tegas dia.

Tidak heran kalau dicermati struktur PDRB Jatim, lanjut Erma Susanti membuat kontribusi sektor pertanian hanya 11,43%, jauh dari sektor industri pengolahan sebesar 30,24% dan perdagangan sebesar 18,64% . "Padahal sektor pertanian adalah bidang kerja sebagian besar masyarakat Jawa Timur  yaitu sebesar 4.981.504 tenaga kerja  UMKM non pertanian sebesar 13.966.706," tandas dia.

Sedangkan penyerapan industri pengolahan yang sebagian adalah usaha besar hanya menyerap 373.504 tenaga kerja. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi Jawa Timur hanya di nikmati sebagian kecil rakyat Jawa Timur. Tidak heran jika kita lihat dari IPM Jawa Timur meskipun naik, tetapi jika dilihat kab/kota terjadi ketimpangan yang tinggi antara IPM perkotaan seperti kota Malang, Surabaya, Gresik, Sidoarjo dibanding kab/kota pedesaan.

Terkait Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Jawa Timur, disampaikan Erma Susanti pada tahun 2018 mencapai 66,36 point dan pada tahun 2019 menurun menjadi 65,09. Penurunan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup sebagaimana di laporkan, tentunya sangat memperihatinkan, berarti Jawa Timur di klasifikasikan dari posisi “cukup” dengan 66,36 point menjadi “kurang”, dengan point 65,09.

 Terkait kesehatan sosial, Erma Susanti menerangkan Indeks Pembangunan Gender di Jawa Timur meningkat meskipun  masih rendah "Ditemukan berbagai persoalan ketidakadilan perempuan antara lain Angka Kekerasan terhadap perempuan dan anak masih tinggi, angka pernikahan usia anak masih tinggi dan bentuk ketidakadilan lainnya," ujar dia

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved