Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Minta Sistem Zonasi pada PPDB Diikuti Kemampuan Siswa

 
01 Juli 2020

Minta Sistem Zonasi pada PPDB Diikuti Kemampuan Siswa

Keinginan pemerintah untuk menerapkan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk menghilangkan stigma sekolah favorit dan ingin menjadikan semua sekolah memiliki kualitas dan kuantitas sama memang patut diacungi jempol. Tapi sayangnya model ini tidak dibarengi dengan penataan tenaga pengajar atau kemampuan siswa.

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Zainiye menjelaskan jika pihaknya banyak mendapat keluhan dari para orangtua siswa yang anaknya tidak bisa naik kelas atau cenderung mengasingkan diri meski telah diterima di sekolah negeri. Usut punya usut ternyata si siswa tidak mampu dengan model belajar yang diterapkan oleh para guru, karena mereka terbiasa mengajar siswa pandai yang memiliki kemampuan lebih

"Inilah yang seharusnya dipikirkan oleh Mendikbud terkait penggunaan sistem zonasi. Dimana sistem ini tidak hanya fokus pada jarak antara rumah dan sekolahan. Tapi kemampuan siswa juga harus diukur jika mau dimasukan sekolah negeri ysng dulunya menjadi sekolah favorit yang dikenal siswanya pandai-pandai," tegas politisi assl PPP ini yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Situbondo ini, Selasa (30/6/2020).

Akibatnya bagi siswa yang tidak mampu memilih mengasingkan diri atau tidak naik kelas. Sementara orangtua tidak mau tahu ysng pasti anaknya sudah masuk sekolsh negeri yang eks sekolah favorit.

"Kondisi ini yang harus diubah atau ditinjau kembali. Artinya sebelum zonasi diberlakukan seharusnya instrumen tenaga pengajarnyapun harus dilakukan rolling. Atau paling tidak zonasi juga harus dibarengi dengan kemampuan siswa. Dimana yang sebelumnya sekolah favorit kemudian dilakukan zonasi, dimana siapapun bisa masuk pokoknya jarak antara sekolah dan rumah dekat tanpa melihat kemampuan siswa maka yang terjadi seperti sekarang ini, tanpa dibarengi dengan persamaan mindsite para gurunya, maka tentunys banyak siswa yang tinggal kelas kare

Berdasar kenyataan tersebut harus ada evsluasi terhadap sistem zonasi, meski awalnya sistem ini baik untuk meratakan kuslitas dan kuantitas

Hal senada juga diungkapkan anggota DPRD Jatim dari FPKS, Lilik Herawati. Menurutnya dengan munculnya kejadian tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah. Artinya sistem zonasi harus dibarengi dengan kemsmpuan siswa. Jangan sampai karena jarak justru banyak siswa yang tidak naik kelas. Dan ini akan menjadi masalah baru.

Seperti diketahui, sebut saja Desi (34) yang tinggal di Pacarkeling. Karena alasan dekat dati rumah , putranyapun dimasukan di SMAN 5 Jl pacar S

Bencana datang ketika putranya tidak dapat mrngikuti cara mengajar para gurunya karena sudah terlanjur menggunakan speed satu dan semua siswanya.

"Gara-gara dia tidak bisa mengikuti pola belajar disana dia terancsm tidak naik kelas. Untung kepala sekah menyarankan anak tersebut pindah sekolah disesuaiksn kemampuan si anaj," ungkapnya menerawang jauh

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved