Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Komisi A, Tinjau Kronologi Konflik Perutani Trenggalek

 
14 Maret 2013

Suara Indrapura : Menindaklanjuti hasil laporan SCWI (Surabaya Coruption Watch Indonesia) Senin, 11 Maret 2013 terkait konflik sengketa tanah warga desa Timahan kec.Kampak yang berujung pada penahanan 13 warga. Akhirnya Komisi A pun melakukan kunjungan ke Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Rabu kemarin. Untuk mencari tahu sejauh mana konflik ini terjadi.

Ketua Komisi A DPRD Jatim menuturkan, pihaknya mendapat laporan yang disampaikan oleh pihak SCWI. Dimana masyarakat desa mengklaim bahwa selama ini tanah yang disengketakan merupakan tanah miliknya karena sudah dikelola secara turun temurun sejak puluhan tahun lalu.

“kami sebagai wakil rakyat, ingin mencari tahu kebenaran yang terjadi antara warga desa timahan dengan pihak perhutani”, Ungkap Sabron

Menurut Totok selaku Kapolres Kabupaten Trenggalek yang hadir pada pertemuan tersebut menjelaskan, bahwa setelah melakukan penyidikan terhadap 13 warga yang ditangkap, dipastikan mereka melakukan penebangan ratusan pohon milik Perum Perhutani KRPH Kampak, tepatnya Blok Kemloko.

"Sebelumnya mereka sudah dikenakan status tersangka atas perbuatannya tersebut dan siang ini kami menahan para tersangka," ujarnya.

Para pelaku dijerat pasal 78 ayat 3 jo 50 huruf E Undang-Undang 41 Tahun 1999 jo pasal 55 KUHP,  ancaman hukuman di atas lima tahun. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, seperti kapak, gergaji mesin, sisa kayu, bensin, serta tali. Sejauh ini penyidikan terus berlangsung dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain.

"Kami cukup bukti dan saksi untuk menjerat perbuatan mereka," tambahnya.

Pada tanggal 10 Oktober 2012 lalu, ratusan aparat gabungan polisi, TNI dan Satpol PP melakukan penangkapan terhadap 13 warga Timahan yang menebangi pohon di lahan sengketa. Para pelaku dianggap melakukan penjarahan pohon-pohon milik Perhutani. Sementara warga tetap ngotot yang mereka potong adalah pohon milik warga, yang ditanam sejak 13 tahun lalu, antara lain pohon akasia, sengon laut dan mindi.

Konflik antara Perhutani dengan warga Timahan terjadi sejak
puluhan tahun lalu. Warga mengklaim lahan sengketa merupakan tanah warisan nenek moyang mereka, sementara Perhutani mengklaim tanah tersebut merupakan hutan negara.

Konflik kian meruncing, sebab warga menuding tanaman pinus Perhutani yang membuat sumber mata air jadi kering. Sementara Perhutani menentang rencana warga yang akan menanam tebu, karena dianggap bisa merusak area hutan.

Setelah mendapatkan penjelasan dari Kapolres Trenggalek tersebut, Sabron menambahkan. Selanjutnya Komisi A akan melakukan peninjauan terhadap beberapa pihak terkait, termasuk akan menemui para warga Desa Timahan Kecamatan Kampak. Karena ini merupakan suatu aspirasi dari masyarakat yang juga sebagai amanat sebagai wakil rakyat, ujarnya.

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved