Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Perhatian Masyarakat Sisi Bengawan Solo

 
01 Maret 2013

Suara Indrapura : Bagi Kodrat Sunyoto anggota DPRD Jatim dari Daerah Pilihan (Dapil) X (Kabuapten Gresik, Kabupaten Lamongan) masih banyaknya ditemukan kurang maksimal kebutuhan irigasi di wilayah Bengawan Solo menjadi persoalan serius di lahan pertanian. Akibatnya banyak lahan pertanian yang terkrisis air, akibat tidak maksimalnya sarana irigasi. Untuk itu, Kodrat Sunyoto berharap ada perhatian serius dari banyak kalangan pemerintah.

Kodrat berharap pemerintah lebih serius memperhatikan kebutuhan masyarakat di daerah pilihan Gresik-Bojonegoro. Diantaranya perhatian terhadap kebutuhan penanganan 104 warga yang tinggal di stren kali Bengawan Solo, tepatnya di Desa Plangwot, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan.

Banjir tahunan di aliran sungai Bengawan Solo menjadikan penderitaan masyarakat sepanjang tahun. Kondisi ini, diperparah karena minimnya sudetan sungai bengawan Solo dan masih minimnya embung (waduk) yang menampung kelebihan debit air, saat musum hujan dan air kiriman datang.

“Kami meminta ada perhatian dari pemerintah, mulai kabupaten,  propinsi Jatim, dan pemerintah pusat untuk memikirkan solusi terbaik. Sehingga banjir bandang tahunan tidak terjadi lagi. Namun, kelebihan debit air yang melintas di sungai Bengawan Solo bisa dimanfaatkan lebih optimal untuk kebutuhan pertanian dan kebutuhan lainnya,” terang Kodrat.

Disampaikan Kodrat, banjir selalu terjadi setiap tahun saat musim hujan datang. Karena debit air tidak mampu ditampung sungai Bengawan Solo, menjadikan banjir yang mengancam pemukiman dan lingkungan masyarakat disepanjang Sungai Bengawan Solo. Oleh karenanya, upaya perbaikan infrastruktur Sungai Bengawan Solo menjadi kebutuhan mutlak.

Kodrat mengharap ada solusi terbaik bagi 104 warga Desa Plangwot yang terkena dampak banjir tahunan. Salah satunya dengan mengusulkan upaya relokasi warga ke lokasi lebih aman dari dampak banjir. Sebab, berbagai upaya sudah dilakukan namun hasilnya juga tidak maksimal. Seperti upaya ditutupnya pintu air Sungai Bengawan Solo di Karangnongko untuk mengurangi banjir di Bojonegoro membuat ketinggian aliran air sungai yang melitas di wilayah Lamongan naik secara signifikan.

Selain itu, politisi asal Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Jatim ini juga mendesak perhatian pemerintah terhadap kebutuhan infrastruktur pendidikan, seperti perbaikan bangunan atau gedung sekolah. Sebab di wilayah Lamongan-Bojonegoro masih banyak ditemukan sarana infrastruktur pendidikan yang kurang memadai, karena bangunan sudah lapuk dimakan usia.

“Ini butuh banyak perhatian, jangan sampai kondisi insfrastruktur sekolah menganggu kegiatan belajar mengajar siswa,” terang dia.

Kodrat juga melihat, masih banyaknya sarana pemerintahan desa, seperti gedung balai desa yang sudah rusak, pendopo kecamatan yang sudah rusak namun belum juga ada upaya perhatian dari pemerintah.

“Lembaga pemerintahan paling ujung dan berhadapan dengan masyarakat adalah pemerintah desa. Bagaimana wajah pemerintahan desa begitu buruk, karena sarana yang dimiliki tidak memadai. Oleh karenannya, kami mendesak agar Pemprop Jatim ada perhatian untuk memberikan kebutuhan pembangunan desa,” tandas Kodrat.

Selain itu, di wilayah Bojonegoro-Lamongan belum banyaknya perhatian pemerintah terhadap Kelompok Usaha Kecil terutama kelompok usaha yang berangkat dari kumpulan jama’ah keagamaan. Padahal kegiatan yang dilakukan masyarakat ini, mampu menopang kebutuhan ekonomi kerakyatan. Termasuk perhatian terhadap potensi pasar tradisional di Kabupaten Lamongan sebanyak 103 unit.
“Namun nasih banyak yang kondisinya belum representative,” urai dia. (bintang)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved