Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Proyeksi Pendapatan Turun Rp11,8 Triliun

 
24 September 2012

Suara Indrapura : Turunnya proyeksi pendapatan daerah yang disampaikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur membuat anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jatim geram. Banggar menilai Tim Anggaran (Timang) eksekutif terkesan asal-asalan dalam membuat Kebijakan  Umum Anggaran Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Rencana APBD tahun 2013. Pasalnya, proyeksi pendapatan daerah mengalami penurunan sekitar 21,5 persen atau sekitar Rp 11,824 triliun dari tahun 2012.

Diantara penurunan proyeksi pendapatan daerah, dana bagi hasil pajak dan bukan pajak atau bukan pajak hanya diproyeksikan Rp 888 miliar. Padahal pada periode 2012 mencapai Rp 1,287 triliun, sehingga terjadi penurunan sebesar 31 persen. Begitu juga proyeksi dana perimbangan secara keseluruhan hanya diproyeksikan sebesar Rp 2,379 triliun. Padahal pada periode tahun 2012 dana perimbangan mencapai Rp 2,832 triliun,sehingga terjadi penurunan sebesar 16 persen.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jawa Timur, Nizar Zahro mendesak Pemprov untuk dapat meningkatkan dan menggali potensi yang terdapat di Jawa Timur. Anggota Banggar juga berharap eksekutif meningkatkan lagi proyeksi pendapatan sesuai dengan potensi yang ada. Sebab tema besar rancangan APBD 2013 adalah penguatan Usaha Mikro, dan Menengah (UMKM) di pasar dalam negeri dan perbaikan instruktur. Termasuk urusan pertanian, bantuan kredit dan membuat daya kejut di kab/kota untuk mengangkat kesejahteraan rakyat.

“Hal tersebut sulit tercapai jika pajak daerah hanya mengalami kenaikan 1% dari APBD tahun 2012.” Apa logis hanya naik 1 persen. Tahun kemarin bisa naik 24% di APBD murni 2012, dan naik 6% di Perubahan APBD 2012,”terang Nizar, Senin (24/9) pagi tadi.

Nizar juga menanyakan target perolehan Dana per9imbangan yang ,alah turun sampai 16 persen atau sekitar Rp 500 M. Dari Rp 2,832 triliun menjadi Rp 2,379 triliun. Begitu juga proyeksi dana perimbangan secara keseluruhan hanya diproyeksikan sebesar Rp 2,379 triliun. Padahal pada periode tahun 2012 dana perimbangan mencapai Rp 2,832 triliun, sehingga terjadi penurunan sebesar 16 persen.

“Ini jelas menyalahi Permendagri (Peraturan Menteri Dalam Negeri) 37/2012 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2013,” katanya.

Padahal dari potensi Pendapatan Ali Daerah (PAD) khususnya dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Bermotor (BBNKB) bisa diproyeksikan naik 15 persen jika mengacu pada rata-rata kenaikan penjul kendaraan bermotor di Jatim.

Ditambahkannya pengelolaan APBD selama ini hanya berkutat pada pembahasan pendapatan dan belanja saja. Sehingga kurang memprioritaskan pada pembiayaan kreatif yang nantinya bisa menjadi sumber budget pendapatan daerah di kemudian hari. Sebab pengelolaan anggaran yang baik adalah mengurangi ketergantungan pada DAU dan menaikkan PAD. (dok@abg)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved