Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

RAPBD Jatim 2013 Jauh Dari Harapan

 
24 September 2012

Suara Indrapura : RAPBD Jawa Timur tahun 2013 yang awalnya beredar kabar akan menembus angka Rp. 17,5 miliar ternyata hanya isapan jempol. Berdasarkan pengajuan resmi dari Pemprov Jatim, melalui draf KUAPPAS APBD Jatim tahun 2013 ternyata hanyamengajukan rp. 12,004 triliun. Proyeksi belanja yang hanya Rp. 12 triliun itu tentu saja membuat DPRD Jawa Timur geram.

Nizar Zahro anggota Badan Anggaran DPRD Jawa Timur mempertanyakan angka 17,5M yang sebelumnya beredar di media massa. Mengingat jelas-jelas dalam Draf Rancangan KUA PPAS APBD Jatim tahun 2012 halaman 25 hanya diproyeksikan mencapai Rp. 12,004 triliun. “Angka 17,5 itu dari mana datanya, padahal di drafnya hanya mencapai Rp 12 triliun,” kata Nizar Zahro, anggota Badan Anggaran DPRD Jawa timur, Selasa (18/9).
Lebih lanjut, pihaknya sudah menerima draft KUA PPAS APBD Jatim tahun 2013. dari segi rencana umum menurutnya sudah memenuhi syarat. Hanya saja angka-angka yang ditawarkan oleh tim banggar Pemprof Jawa Timur masih harus dikoreksi. “Drafnya sudah kita terima. Mengenai angka-angkanya masih harus kita koreksi mengingat potensi pendapatan Jawa Timur sangat tinggi” tandasnya.
Nizar mencontohkan untuk item perolehan pajak daerah yang mencapai Rp. 7 triliun menurutnya masih bisa ditingkatkan lagi. Ini dikarenakan saat ini dinas pendapatan (dispenda Jawa Timur) sudah memiliki Operation Room Control System (ORCS). Dengan sistem tersebut, Dispenda bisa mengetahui kendaraan-kendaraan baru yang masuk ke Jawa timur. “selain dengan pajak kendaraan bermotor, Dispenda juga bisa melakukan program pemutihan kendaraan dan muatan barang. Jika dibandingkan dengan DKI Jakarta yang memproyeksikan 36 Triliun maka seharusnya Jawa Timur bisa menembus di angka 20 Triliun,” tambahnya.
Senada dengan itu, Agus Salim anggota komisi D DPRD Jawa Timur berharap APBD 2013 bisa diatas APBD 2012. dimana pada tahun 2012, APBD murni dan P-APBD secara keseluruhan mencapai 15,5 triliun, “Potensi pendapatan di Jawa Timur cukup tinggi, seharusnya APBD bisa tinggi juga,” tandasnya.
Lebih lanjut, Politisi dari Fraksi Golkar ini kemudian membeberkan adanya dana senilai Rp. 100 Miliyar dari dana bagi hasil migas yang kurang di bayar oleh pemerintah pusat. Di APBD dan di P-APBD 2012, dana tersebut tidak dimasukkan, “Ketika komisi D ke kementerian keuangan di Jakarta, kemenkeu berjanji akan membayar dana 100 M itu. Tapi, sampai saat ini belum turun,” ujarnya.
Ditambahkannya, seharusnya pemerintah provinsi bersikap cepat dengan mengurus dana bagi hasil migas yang pembayarannya  oleh pusat masih kurang Rp.100M. dana itu, kemudian dimasukkan ke APBD 2013 karena di APBD 2012 dan di  P-APBD nya tidak di masukkan. “Saya lihat kok inisiatif untuk menagih, tidak sungguh-sungguh. Tapi, kalau memang sudah turun, itu harus dilaporkan. Karena jatah itu hak Jawa Timur,” pungkasnya. (dok@tik)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved