Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Balegda DPRD Jatim Kunjungi Kota Kediri, Jamin Raperda Rendemen Tebu Tak Berat Sebelah

 
26 September 2012

Suara Indrapura : Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD Jatim terus mematangkan Raperda Rendemen Tebu yang menjadi usulan legislatif. Di antaranya dengan meminta masukan dari Pemkot Kediri dan Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) Kota Kediri terkait dengan tingginya rendemen tebu yang ada di Kota Tahu tersebut yang mencapai 6. Sebelumnya, Balegda mencari masukan dari Kota Malang terkait Raperda tersebut. Ketua Balegda Zaenal Arifin menegaskan latar belakang dibuatnya rendemen tebu dikarenakan selama ini petani tebu di Jatim merasa dirugikan. Ini karena tidak ada parameter yang jelas dari pabrik gula untuk mengukur rendemen tebu yang disetor oleh para petani. Di satu sisi petani kelimpungan karena tebu yang disetor rendemennya sangat rendah dan sulit bagi pabrik untuk menyerapnya.
“Kalau sudah begini para petani tebu menyerah. Artinya berapapun harga yang diberikan oleh pabrik gula, mereka menerimanya dengan harapan jangan sampai mereka tak punya uang meski dalam keadaan merugi,” tegas politisi asal Partai Golkar Jatim ini.
Kondisi ini harus segera di atasi mengingat Jatim merupakan pemasok terbesar kebutuhan gula nasional. Karena itu legislatif akan berupaya menjaga kondisi tersebut. Ke depan dengan adanya Perda Rendemen Tebu ini, selain mampu menjadikan Jatim sebagai pemasok gula untuk kebutuhan nasional sekaligus pemasok gula untuk kebutuhan nasional sekaligus  mampu meningkatkan kesejahteraan petani tebu di Jatim. “Dulu saat penjajahan Belanda, rendemen tebu bisa mencapai 15. Namun saat ini, tebu di Jatim rendemennya tidak lebih dari 7 sampai 8, “terang Zaenal.
Zaenal menjamin dalam Raperda ini pihaknya menjamin tidak akan berat sebelah. Raperda Rendemen Tebu ini akan menguntungkan banyak pihak, mulai dari pemerintah, pabrik gula dan petani. “Raperda ini untuk menyelamatkan semua pihak mulai petani, pabrik dan pemerintah. Sebab selama ini, masih terjadi perbedaan rendemen tebu antara pabrik gula satu dengan pabrik gula lainnya, “ terang Zaenal.
Pada kesempatan yang sama Sumrambah, anggota Balegda dari Fraksi PDI Perjuangan menegaskan untuk memacu produksi gula di Jatim di antaranya dengan meningkatkan kualitas rendemen tebu. Semua ini tentunya tidak saja dari petani atau pabrik gula atau pemerintah. Tapi harus didukung banyak pihak. “Untuk itu, harus dilakukan kontrol dan peningkatan kualitas tebu. Caranya harus ada perlakuan khusus mulai dari pola tanam sampai proses giling di pabrik gula, “ujar politisi yang bakal maju Pilkada Jombang ini.
Selain Sumrambah, sejumlah anggota DPRD Jatim juga mendorong agar Raperda Rendemen Tebu harus dimatangkan. Sejumlah anggota dewan yang ikut hearing dengan Pemkot Kediri adalah Ibrahim Adib (Fraksi PPR); Fuad Masyhuni (Fraksi PKB), Erwin Budiyoto (Fraksi Partai Gerindra), Anselmus Raga Milo (Fraksi Partai Gerindra), serta dewan pakar DPRD Jatim Prof Setiabudi.
Sementara dari Pemkot Kediri antara lain Asisten II Kota Kediri M Yasin, mewakili Wali Kota Kediri H Syamsul serta Kadisbun Pemkot Kediri Sigit. (dok@abg)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved