Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Baleg dan Gubernur sepakat Perda Partisipatif

 
27 September 2010

Suara Indrapura Pembuatan sebuah produk hukum mulai dari perencanaan, usulan, penyusunan,proses pembahasan , penetapan sampai dengan sosialisasi menentukan kualitas produk hukum yang dibahas

Dalam rapat Koordinasi antara Gubernur Jatim dengan Ketua Dewan beserta Anggota Balegda Jatim di Ruang pertemuan Kertanegara Kantor Pemprov. Jl Pahlawan 110 (27/9) Gubernur mengatakan bahwa legislative dan eksekutif saat ini harus lebih serius lagi dalam menelorkan Perda. Namun yang harus diperhatikan bukan hanya kuantitas  tapi juga kualitas yang perlu diperhatikan

Ketua DPRD Jatim  Imam Sunardhi menyadari bahwa komunikasi serta hubungan yang harmonis antara lembaga Legislatif dan Eksekutif merupakan penentu pembuatan perda yang berkualitas. Oleh sebab itu Koordinasi semacam ini sangat diharapkan.

Dalam perbincangannya  Ketua Baleg Jatim Freddy Poernomo.SH  menambahkan sampai dengan bulan September ini dari 27  raperda yang telah diagendakan dalam Prolegda,  dicabut 1 raperda,  7  yang telah ditetapkan menjadi Perda , 3 raperda inisiatif dewan, 4 usulan Eksekutif. Mengingat masih banyaknya raperda yang belum selesai maka Baleg terus mendorong Eksekutif serta Legislatif lebih serius membahas raperda-raperda tersebut.

Beberapa usulan raperda tahun 2011 dibahas pula dalam rapat koordinasi tersebut. Seperti yang diungakapkan oleh Sholeh Hayat perlunya dibentuk Perda rendemen gula sehingga ada payung hukum yang jelas. Juga halnya Kawasan Khusus Suromadu, Tenaga Penyuluh Pertanian serta banyak lagi usulan Legislatif untuk di bahas pada tahun 2011.

Pakde Karwo menyambut dengan gembira semangat yang dimiliki oleh Baleg Jatim. Namun yang perlu diperhatikan  pula bahwa alangkah cantiknya bilamana perda-perda tersebut dilandasi dengan Kerangka pikir yang baik guna membentuk Perda yang Berkualitas yaitu pembuat Perda harus memahami regulasi tersebut menjadi kewenangan siapa, memiliki filosofi yang telah dibuat mampu memberi nilai manfaat bagi masyarakat Jatim, Pemahaman akan legal drafting sehingga tidak terjadi pemaksaan pasal-pasal yang harus dimasukkan dan tidak kalah pentingnya yaitu Ruang Publik.

Salah satu contoh Perda Partisipatif yaitu Perda Stren kali tutur Sukarwo. Walaupun dalam pembahasan memakan waktu yang cukup panjang, namun saat proses pembahasan keterlibatan masyarakat sekitar stren kali selalu dilibatkan. Dan merupakan satu-satunya Perda di Jatim ketika ditetap mendapat tepuk tangan dari masyarakat. Tuturnya

Baleg sangat menyambut dengan gembira pembuatan perda partisipatif tutur Freddy. Masyarakat harus diikutsertakan dalam proses pembahasan sebuah regulasi ( San)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved