Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Dana Minim, JLS Sulit Terealisasi

 
26 Februari 2013

Suara Indrapura : Proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) yang diharapkan mampu menekan angka disparitas wilayah di Jatim dipastikan sulit terealisasi. Hal ini dikarenakan minimnya kucuran dana dari APBN untuk penyelesaiaan proyek yang menghubungkan dari Banyuwangi hingga Pacitan. Sesuai data yang ada untuk 2013 ini APBN  hanya menganggarkan Rp137miliar  dari total dana yang dibutuhkan sekitar Rp7 triliun. Sedang APBD Jatim sebesar Rp 40 miliar.

Anggota Komisi D DPRD Jatim, Irwan Setiawan mengatakan jika kabupaten/kota, provinsi dan pusat tidak memiliki komitmen untuk menyelesaikan pebangunan JLS, maka bisa dipastikan proyek tersebut akan molor. Proyek yang diharapkan selesai pada tahun 2013 ini termasuk proyek yang pernah dicanangkan Megawati Soekarno Putri saat menjabat Presiden RI. Dengan begitu perekonomian Jatim dapat terdongkrak karena disparitas antar wilayah dapat ditekan.

“Kami akui bantuan pemerintah pusat melalui APBN dalam penyelesaiaan dalam proyek JLS sangat minim.Untuk tahun 2013 hanya sekitar Rp137 M, dan APBD Jatim Rp40 miliar. Jujur dana tersebut sangat kurang karena total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp.7 triliun. Namun saat ini baru sekitar 20%.Sementara delapan kabupaten/kota kinerjanya sudah bagus dalam kebebasan lahan,” tandas Irwan, minggu (24/2).
Politisi PKS Jatim ini menambahkan, jika dana Rp7 triliun tersebut hanya digunakan untuk proyek pengaspalan dan pembuatan jembatan. Sementara,untuk kabupaten/kota berkewajiban melakukan pembebasan lahan.

“Memang diakui pembebasan lahan paling sulit dilakukan di lahan milik perhutani. Karenanya kami berencana melakukan koordinasi dengan pembuktian kehutanan membahas masalah tersebut. Diantaranya yang menganjal saat ini adalah untuk lahan mengganti. Sedang untuk pohon yang ditebang sudah diberikan ganti untung,” tegasnya.

Melihat kondisi tersebut, maka perlu dicarikan skema pendanaan untuk menyelesaikan kekurangan anggaran. Agar dapat mengetahui sejauh mana penyelesaian proyek JLS, dewan akan mendorong Gubernur Jatim, Soekarwo untuk membuat semacam progres report yang nantinya dilaporkan ke presiden dan DPR RI.

Pihaknya menerangkan, secara keseluruhan JLS memiliki panjang 634.11 km. Total kebutuhan lahan proyek JLS seluas 13.515.2880,00 m2. Rinciannya, kepemilikan lahan meliputi lahan perhutani 5.609.420 m2, perkebunan 1.284.240 m2, penduduk sekitar proyek 3.671.908 m2.Pembangunan JLS dimulai sejak era Gubernur Jatim Imam Utomo pada 2002.Delapan daerah yang terlewati JLS adalah Pacitan, Trenggalek, Tulunggagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.

Sementara itu, Gubernur Jatim, Soekarwo menolak jika pusat telah menganaktirikan proyek JLS. Sebaliknya, apa yang dilakukan kementrian PU sudah adil dan realistis. Ini karena kondisi trans Sulawesi dan trans Sumatra kondisi jalannya banyak yang jebol. Untuk itu perlu penanganan khusus dan menjadi prioritas pusat.

“Setelah bertemu DPR RI, kementrian RI dan kementrian PU saya memahami masalah itu semua. Karena itu kita tidak boleh egois dan menyerahkan perbaikan trans Sumatra dan Sulawesi lebih dahulu,” kata Soekarwo.(Noni)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved