Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Komisi B : Siapkan Perda Guna Songsong Swasembada Gula 2014

 
25 Februari 2013

Suara Indrapura : Gula termasuk salah satu kebutuhan pokok penduduk. Fakta ini membawa konsekuensi kewajiban pemerintah untuk menjamin ketersediaan gula di pasar domestik. Dan Jawa Timur lah yang ditugasi untuk menjadi tumpuan dalam berswasembada gula secara nasional. Itulah yang disampaikan Ketua Dinas Perkebunan Provinsi Jatim, Samsul Arifin, Kemarin (14/2). Mengingat pentingnya komoditi tersebut, kebijakan swasembada gula dipandang sesuai dengan kondisi di Indonesia. Kebijakan ini pun dianggap tepat dalam mengantisipasi kemungkinan liberalisasi perdagangan gula di masa depan. Mencapai swasembada gula merupakan salah satu sasaran pembangunan di sub sektor pertanian (perkebunan) yang harus segera dicapai. “Kita akan menuju ke swasembada konsumsi dan swasembada industri. Oleh karena itu, saat ini kita harus mulai melaksanakan swasembada gula. Kalau tidak sekarang kapan lagi,” ungkap Samsul.

Samsul mengaku bahwa tahun-tahun terakhir ini terjadi penurunan angka swasembada gula. Penurunan tersebut diakibatkan faktor-faktor on-farm (cuaca, varietas bibit, pemupukan, dsb) dan faktor-faktor off-farm yaitu mesin-mesin pabrik gula yang sudah tua sehingga produktivitasnya rendah. “Selain itu penurunan angka swasembada gula juga dipengaruhi oleh luasnya area pertanian tebu yang semakin berkurang. Lahan tebu bergeser menjadi lahan padi,” imbuh Ketua Dinas Perkebunan Provinsi Jatim.

Menanggapi permasalahan tersebut, Komisi B DPRD Jatim membuat Perda Inisiatif nomor 17 tahun 2012 tentang peningkatan rendemen tebu dan hablur tanaman Provinsi Jawa Timur. Perda tersebut didapuk sebagai payung hukum dan dapat digunakan oleh petani serta pabrik gula sebagai acuan dalam mencapai swasembada gula. “Perda ini diharapkan dapat memotivasi dan membantu meningkatkan kesejahteraan petani. Oleh sebab itu harus ada tekad dan kesungguhan yang tinggi,” ujar Setyo Budi Wahono.

Ketua Komisi B Jatim, Agus Dono Wibawanto berharap, Perda tersebut ada manfaatnya bagi Indonesia, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten, para kelompok tani maupun pabrik gula. Dengan demikian perlu adanya inovasi-inovasi yang nanti dioptimalkan untuk para petani. “Meningkatkan teknologi pertanian merupakan solusi apabila perluasan lahan atau area penanaman tebu tidak dapat dicapai,” jelas Agus Dono.

Perda ini juga sebagai upaya memperkecil jarak sosial (gap) antara petani dan kelompok tani, sehingga produktivitas tebu relatif sama. Perda tersebut diharapkan akan terus memuat aspek 3K, yakni kemandirian, keadilan, dan keberlanjutan. “Kami harap, petani-petani tebu tidak merubah komoditinya ke tanaman lain. Sehingga, mari sama-sama kita tingkatkan angka swasembada gula sampai tahun-tahun kedepan,” ujar Setyo dengan semangat.

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved