Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Komisi E Nilai Pelayanan RSCN Malang Belum Ideal

 
25 Februari 2013

Suara Indrapura : Komisi E DPRD Jatim menilai pelayanan Rehabilitas Sosial Cacat Netral (RSCN) di Jalan Beringin No.13 Malang, belum ideal.Perlu adanya good will atau kebijakan Pemprov Jatim yang kongkrit terkait dengan perhatian terhadap pelayanan penghuni RSCN Malang.

Hal ini disampaikan anggota Komisi E DPRD Jatim, Ahmad Jabir saat melakukan sidak ke RSCN Malang beberapa hari lalu. “Pelayanan Pemprov terhadap Rehabilitasi Sosial Cacat Netral Malang, masih belum ideal, jadi perlu good will yang lebih kongkrit,” terang politisi asal FPKS DPRD Jatim, kemarin.

Jabir mengungkapkan bahwa saat ini RSCN Malang dihuni sebanyak 105 orang.Padahal, kapasitas atau daya tampungnya antara 160-200 orang.Hal itu merupakan dampak dari kondisi bangunan yang mengalami kerusakan dan tidak terawat karena tak digunakan. “Ini dikarenakan alokasi yang dianggarkan oleh Pemprov hanya untuk 105orang klien saja.Pelayanan disini tidak maksimal, karena pagu anggaran hanya dipatok untuk 105 orang, jauh di bawah kapasitas maksimal,” kata Jabir.

Jika semua ruangan bisa difungsikan, secara keseluruhan gedung tersebut sebenarnya mampu menampung sekitar 300 orang. Mengingat banyaknya gedung yang rusak dan yang tidak rusak ternyata tidak dipakai, pagu anggarannya menjadi 150 orang saja. Kedepan, Jabir mengharapkan ada perbaikan dan pemeliharaan terhadap akses jalan yang kondisinya cukup memprihatinkan akibat terkelupas, bergelombang, dan berlubang-lubang. Mengingat jalan tersebut merupakan akses yang menghubungkan antar bangunan. “Ini sangat membahayakan keselamatan para penghuni yang notabene tidak bisa melihat.Jangan karena mereka tidak bisa melihat, lalu pelayanan yang diberikan dibuat seadanya saja.Ini menurut saya tidak benar,” sindirnya.

Menyikapi hal tersebut, Pemprov Jatim harus lebih serius dalam mengalokasikan anggaran ke hal-hal yang prioritas, salah satunya yaitu untuk pelayanan rehabilitasi sosial. “Harus ada prioritas anggaran untuk masyarakat yang tidak beruntung. Saya mendesak agar Pemprov merencanakan penambahan anggaran di PAPBD 2013 untuk alokasi anggaran di segmen ini,” urai Jabir.

Lanjut Jabir, Pemprov juga harus segera merencanakan anggaran untuk rehap gedung dan kondisi jalan serta menambah jumlah alat peraga. Disamping itu juga perlu adanya pemikiran membangun pensinergian program. “Total area yang ada di RSCN ini 4,1 hektar, bisa dioptimalkan dengan didirikan RS Mata Milik pemerintah. Sebab di Malang juga belum ada RS Mata di areal ini, lalu bisa dibuat subsidi silang dengan RSCN Malang,” imbuhnya.

Ada 4 tahapan dalam program kegiatan rehabilitasi. Itulah yang dikatakan kepala UPT RSCN Malang didampingi para Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Provinsi Jatim serta para instuktur UPT. Pertama, tahap pendekatan awal yang ditujukan untuk orientasi dan konsultasi identifikasi klien, penumbuhan minat dan motivasi calon klien serta untuk melakukan seleksi. Kedua, tahap penerimaan yang meliputi kegiatan registrasi klien, penggalian, penelaahan masalah klien melalui assasmen, pembahasan dan pengungkapan masalah case conference dilanjutkan dengan penempatan kelayanan pada program. Ketiga, tahap pengasramaan, dimana calon klien yang telah memenuhi persyaratan mendapatkan pelayanan pengasramaan, makan dengan menu seimbang 3 kali sehari dan snack, memperoleh pakaian seragam, alat makan, alat kebersihan diri, alat kebersihan wisma dan pelayanan kesehatan mata maupun kesehatan umum. Terakhir, adalah tahap penempatan.Dalam program ini klien dapat mengikutiseluruh jenis layanan rehabilitasi sosial sesuia dengan kondisi dan kemampuan klien.

Sementara program rehabilitasi sosial bagi klien itu sendiri terbagi dalam 5 kelas berjenjang, meliputi kelas persiapan A, kelas persiapan B, kelas dasar, kelas kejuruan dan kelas praktis. Kemudian ikon andalan UPT RSCN Malang yaitu massage dan pembuatan keset serta pembelajaran dengan menggunakan saran broile. Proses pembelajaran klien dalam mengikuti bimbingan selama 2,5 sampai 3 tahun disesuaikan dengan kemampuan masing-masing klien. (Ajeng)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved