Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Dewan Jatim Protes : Data Minim Siswa Masuk ke PDSS

 
21 Februari 2013

Suara Indrapura : Masih minimnya data pengisian di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) yang menjadi basis data Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) kembali menjadi protes Komisi E DPRD Jatim. Mininmnya data masuk tersebut menunjukkan adanya kekacauan data sekolah di Jatim. "Selain itu, belum adanya ruang yang terbuka lebih luas bagi siswa untuk berkesempatan mengikuti seleksi di pendidikan tinggi," terang anggota Komisi E, Ahmad Jabir.

Padahal Dinas Pendidikan Jatim menyatakan sudah melakukan sosialisasi kepada seluruh sekolah agar memasukkan data-data yang diperlukan untuk pendaftaran SMPTN pada PDSS. ‘’Kenyataannya sampai  bulan Pebruari ini baru separo dari total sekolah di Jatim yang memasukkan datanya,’’ tandas Ahmad Jabir.

Politisi asal PKS Jatim, mengatakan sesuai data dari Kementerian Pendidikan, tambahnya jumlah sekolah yang memasukan pengisian database di PDSS di Jatim kacau. Utamanya data sekolah yang dimiliki oleh Dinas Pendidikan Jatim. Hal ini ditunjukkan dari berbedanya jumlah sekolah tingkat SMA/SMK di Jatim dari Kementerian Pendidikan dengan jumlah 4.159 SMA/SMK/MA.

"Sementara yang memasukkan datanya ke PDSS baru 2.155 lembaga. Dindik Jatim seharusnya tidak sekedar menyatakan sudah melakukan sosialisasi.Seharusnya juga mengawal ketat bahkan membantu sekolah untuk memasukkan data ke PDSS, jika dipandang perlu,’’ tambah Jabir.

Mantan anggota DPRD Surabaya ini, setidaknya data yang dimasukkan pihak Dindik ke PDSS bisa berupa nama, alamat serta profil sekolah. Sementara data mengenai siswa kelas XII termasuk data raport biasa dimasukkan sendiri oleh pihak sekolah. ‘’Menurut saya hal ini diperlukan untuk  mengantisipasi keengganan pihak sekolah mendaftarkan sekolah dan siswanya ke SMPTN yang berbasis data PDSS,’’ urainya.

Jika tidak segera dilakukan tindakan, dirinya  khawatir, banyaknya sekolah yang tidak mendaftarkan diri ke PDSS dikarenakan keputusan sepihak dari sekolah yang menganggap tidak ada satupun siswanya yang akan mengikuti SMPTN. Padahal, SMPTN atau yang dahulu disebut seleksi masuk PTN jalur undangan mengacu pada dua hal utama yaitu prestasi sekolah yang dibuktikan dengan raport serta prestasi di kegiatan seperti olah raga atau seni yang dibuktikan dengan hasil-hasil kejuaraan pada tingkat tertentu, misal Unair memilih prestasi tingkat nasional sementara ITS tingkat Provinsi. (Fajar)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved