Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Sholeh Hayat, Bukti Baru Terkait PDAM Surabaya

 
20 Februari 2013

Suara Indrapura : Anggota Komisi A DPRD Jatim, Sholeh Hayat mendukung penyidikan terkait dengan kepemilikan lahan PDAM di Jl. Basuki Rahmad 119-120. Politisi Fraksi Kebangkitan Bangsa ini mendatangi Mapolrestabes Surabaya, untuk menemui Kasat Reskrim AKBP Farman, Kamis (14/2).

Maksud kedatangan Sholeh ke Mapolrestabes yakni untuk menyerahkan bukti-bukti terkait lahan PDAM yang sedang dalam penyidikan Unit Harda. Sholeh mengaku kepada Farman, memiliki dan menunjukkan bukti-bukti tentang keberadaan Bukki Gideon Van Ermal. Dia lah yang diklaim kubu Siti Fatiyah sebagai pemilik utama.

“Saya datang inisiatif sendiri, saya punya bukti-bukti tentang Bukki, salah satunya adalah bukti pendeportasian dia (Bukki) dari Indonesia,” ujarnya saat keluar dari ruangan Kasat Reskrim.

Berdasarkan bukti yang ditunjukkan Sholeh, sejak 7 Maret 1974 Bukki sudah dideportasi dari Indonesia karena masuk secara ilegal. Bukti ini tergolong baru, sebab hingga kemarin penyidik sudah mendapatkan keterangan dari Kedubes RI di Australia yang menyebutkan dalam 7 kali penerbangan keluar negeri, tidak ada catatan Bukki singgah di Indonesia.

Kepada wartawan, Sholeh mengaku pernah berurusan dengan suami Siti Fatiyah, Matdjari (alm) pada tahun 1974 lalu. Saat itu, Matdjari menggugat kepemilikan lahan di Jl Darmo 96 yang ditempati kantor PWNU, juga milik Bukki yang telah diserahkan padanya. Namun gugatannya kandas dalam persidangan. Dengan demikian, Sholeh berani memastikan bahwa lahan PDAM bukanlah milik Bukki. “Bukki tidak pernah punya tanah di jalan Basuki Rahmad, saya punya buktinya dan sudah saya serahkan ke polrestabes,” ujarnya.

Sementara Farman mengatakan, pihaknya sudah menerima bukti-bukti baru yang diberikan Sholeh. “Ini sangat membantu kami, saya berterima kasih,” katanya. Farman juga menambahkan, pada umumnya bukti-bukti yang diberikan Sholeh hampir sama yang diperoleh polisi. Namun mengenai surat deportasi yang dari imigrasi itu termasuk baru.

“Pada umumnya hampir sama dengan data yang kami peroleh, ini menguatkan bukti-bukti kami. Hanya saja surat deportasi itu yang baru kami dapat,” urainya.

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved