Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Dewan Soalkan Jabatan Plt Dirut RSH Sukolilo

 
18 Februari 2013

Suara Indrapura : Kalangan DPRD Jatim mempertanyakan penunjukan Direktur Utama RSUD dr Soetomo, dr Dodo Anondo sebagai plt Dirut RSU Haji Surabaya. Double jabatan ini ditakutkan akan berdampak terhadap pelayanan kepada pasien di dua rumah sakit milik Pemprov Jatim tersebut.

Sebagai Dirut RSUD dr Soetomo, Dodo Anondo sudah dihadapkan dengan sejumlah permasalahan yang perlu penyelesaian secara cepat dan tuntas. Khususnya dalam penyelesaian pasien miskin. Sikap Gubernur Jatim, Soekarwo yang menjadikan Dirut RSUD dr Soetomo sebagai plt RSH Sukolilo ternyata disesalkan oleh Saleh Ismail Mukadar, anggota Komisi E DPRD Jatim. Alasannya, selama ini Dodo sudah menghadapi banyak permasalahan yang terjadi di RS terbesar di Indonesia bagian timur ini. Kini, jabatan baru yang disandang Dodo otomatis akan menambah beban kinerjanya.

“Memangnya di Pemprov tidak ada lagi orang yang sekelas seperti Pak Dodo, sehingga ditunjuk sebagai plt RSU Haji Sukolilo. Sebenarnya banyak PNS memiliki kemampuan lebih di Pemprov Jatim. Hal ini dengan duduknya mereka sebagai Dirjen di beberapa Kementrian Jakarta. Karenanya saya mendorong agar masalah ini segera mendapatkan penyelesaian,” tegas politisi asal PDIP Jatim ini, Selasa (12/2).

Menurut Saleh, Pemerintah harus memberi perhatian serius terhadap persoalan di RSUD dr Soetomo. Dengan demikian, kinerja Dirut RSUD dr Soetomo tidak bisa dirangkap di tempat lain. Mengingat bahwa pasien yang datang untuk berobat ke RS plat merah ini mencapai ribuan orang. Agar tidak menurunkan pelayanan maka perlu konsentrasi tinggi bagi Dirutnya.

Di sisi lain, RSH Sukolilo yang menjadi RS rujukan kedua juga memerlukan perhatian lebih. Dirutnya dituntut untuk menyelesaikan permasalahan terkait dengan minimnya jumlah pasien miskin disana. Sehingga nantinya tidak ada lagi sebutan RSUD dr Soetomo overload. Oleh sebab itu diperlukan orang baru yang memiliki pengalaman di rumah sakit.

“Saya kira Gubernur lebih tau siapa-siapa yang cocok duduk sebagai Dirut RSH Sukolilo. Kan disini stoknya sangat banyak. Kenapa Pak Dodo dijadikan plt. Kasihan Pak Dodo yang konsentrasinya terpecah dua. Karena itu secepatnya dipilih Dirut RSH Sukolilo,” tegas politisi Partai PDIP ini.

Sebaliknya, keputusan Gubernur yang menjadikan Dodo Arnondo sebagai plt RSH Sukolilo didukung anggota Komisi E DPRD Jatim yang lain, Kodrat Sunyoto. Dodo pernah menjabat sebagai Dirut RSUD dr Sudono Madiun, Dirut RSUD dr Saiful Anwar Malang, Kepala Dinas Kesehatan Jatim dan sekarang RSUD dr Soetomo. Sehingga jam terbang pria yang selalu berpenampilan serius itu cukup tinggi. “Jadi saya kira hal itu sah-sah saja. Dengan hadirnya Dodo sebagai plt diharapkan mampu mendorong RSU Haji Sukolilo bisa memperbanyak pelayanan kepada warga miskin yang selama ini sangat minim,” papar politikus asal Golkar ini.

Namun demikian, pihaknya berharap Pemprov Jatim tidak lama segera mengangkat Dirut RSH Sukolilo yang definitif. “Ini pelayanan pasien Jamkesmas masih banyak masalah, lebih tepat kalau diisi pejabat definitif,” imbuhnya.(Noni)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved