Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Pelayanan RSCN Malang Minim Fasilitas

 
13 Februari 2013

Suara Indrapura : Minimnya fasilitas Pelayanan Rehabilitasi Sosial Cacat Netral (RSCN) Malang mendesak Komisi E untuk meminta Pemprov Jatim lebih kosentrasi memperhatikan kebutuhan pelayanan masyarakat penyandang cacat, agar pelayanan bisa lebih ideal. Ahmad Jabir, anggota Komisi E DPRD Jatim, menyampaikan saat ini fasilitas yang dimiliki RSCN Malang belum ideal. "Untuk itu perlu good will atau kebijakan Pemprov Jatim secara kongkrit terkait perhatian terhadap pelayanan penghuni Rehabilitasi Sosial Cacat Netral (RSCN)  Malang," terang Ahmad Jabir.

Politisi asal Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) mengatakan  ditemukannya fasilitas minim yang dimiliki RSCN malang, saat komisi membidangi kesejahteraan, kesehatan dan pendidikan ini melakukan sidak, Selasa (12/2) siang.

Minimnya fasilitas tersebut, terlihat nyata karena kapasitas atau daya tampung RSCN tidak sesuai kebutuhan. Apalagi,  kondisi beberapa bangunan sudah rusak berat. Padahal kalau meruntut dari sejarahnya seharusnya RSCN memiliki kapasitas dan daya tampung sebanyak 160 sampai 200 orang. "Tetapi faktanya, saat ini hanya dihuni 105 orang saja. Ini dikarenakan alokasi yang dianggarkan oleh pemprov hanya untuk 105 orang pasien saja," kata Jabir.

Karena kurangnya perhatian itu,  pelayanan yang diberikan RSCN malang menjadi tidak maksimal. "Karena pagu anggaran dipatok hanya untuk 105 orang, jauh dibawah kapasitas maksimal,” tandasnya.
Jabir juga menilai, tidak seriusnya Dinas Sosial Pemprop Jatim juga terlihat pada perhatian lain di RSCN Malang, seperti  akses jalan yang menghubungkan antar bangunan dalam kondisi banyak yang rusak, terkelupas dan bergelombang.

"Banyak yang berlubang-lubang. Ini sangat membahayakan keselamatan para penghuni yang notabene tidak bisa melihat. Jangan karena mereka tidak bisa melihat, lalu pelayanan yang diberikan dibuat seadanya saja. Ini menurut saya tidak benar,’’tanya Ahmad Jabir serius.Mantan Ketua Komisi D DPRD Surabaya menyampaikan sudah seharusnya  pemerintah provinsi lebih serius dalam memberikan alokasi anggaran. "Karena ini, harus  dianggap prioritas, termasuk untuk pelayanan di Rehabilitasi Sosial," urai dia.

Keseriusan pemprov akan terlihat, jika  pemprov merencanakan penambahan anggaran di PAPBD 2013 untuk alokasi anggaran di segmen ini. Termasuk untuk anggaran rehab gedung dan rehab jalan yang kondisinya sangat memperihatinkan, "tukasnya. Sesuai data yang ada, total area yang ada di RSCN ini mencapai 4 hektar. Sementara yang 120 m2  bisa dioptimalkan dengan didirikan RS Mata milik pemerintah. "Bukankah di Malang juga belum ada RS Mata.

Maka pemerintah provinsi bisa membuat RS Mata di areal ini. Dengan begitu nantinya bisa dilakukan  subsidi silang dengan RSCN tersebut,’’akunya. Terpisah, Anggota Komisi E DPRD Jatim, Saleh Ismail Mukadar menyanyangkan minimnya perhatian pemerintah terhadap keberadaan panti rehabilitasi yang dikhususkan untuk penyandang cacat. Ini terbukti dari segi pelayanan, fasilitas umum hingga sarana dan prasarananya sangat minim. ‘’Mana bukti APBD untuk rakyat. Lihat yang terjadi saat ini, banyak panti-panti yang kondisinya dibiarkan tak terurus. Untuk itu, komisi E nantinya akan berjuang agar anggaran untuk rehab dan pemeliharaan gedung ditambah. Termasuk pembangunan sarana dan prasarananya," ungkapnya geram. (Fajar)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved