Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Komisi B Meradang, Oplosan Pupuk Bersubsidi Rugikan Negara

 
07 Februari 2013

Suara Indrapura : Ketua Komisi B DPRD Jatim, Agus Dono Wibawanto meradang terkait kasus pengoplosan pupuk bersubsidi di Kawasan Industri Gresik (KIG). Sebab, pengoplosan pupuk yang dilakukan, sangat merugikan petani dan Negara. Karena pupuk yang dibeli petani selama ini, ternyata hasilnya tidak maksimal, karena kadar bahan penyubur didalam pupuk tidak lagi sesuai dengan harapan petani. Bahkan, Komisi B DPRD Jatim pun merencanakan memanggil pihak-pihak terkait, setelah  terbongkarnya kasus pengoplosan pupuk bersubsidi oleh Polda Jatim, Selasa (5/2).

“Ini sangat merugikan masyarakat khususnya petani dan Negara. Karena mereka telah mengeluarkan uang untuk membeli pupuk, sementara hasilnya tidak maksimal.  Sementara Negara dirugikan, karena pupuk versubsidi yang harusnya sampai di petani ternyata tidak sampai ke petani. Bagi kami Komisi B masalah tersebut serius, dan akan kami tindak lanjuti kasus ini  dengan memanggil pihak-pihak terkait,” tegas Agus Dono.

Disampaikan politisi asal Partai Demokrat Jatim ini, mengapresiasi penggerebekan yang dilakukan Polda Jatim terhadap lokasi pengoplosan pupuk bersubsidi jenis NPK Ponska di sebuah gudang milik PT NK Jl KIG Raya Selatan, Kebomas, Gresik. Apalagi oupuk tersebut merupakan produk PT Petrokimia Gresik (PG). Dalam penggerebekan, terungkap jika PT NK melakukan pengoplosan NPK Ponska bersubsidi dengan bahan lain dan dimasukkan ke dalam sebuah karung yang sudah dipersiapkan bermerek Srijoyo.

Bagi Agus Dono, praktek pengoplosan bukan hanya sekedar merugikan negara dan petani, tapi juga mengancam kelangsungan pangan nasional.  Mengingat, tambanya produksi beras Jatim selama ini merupakan penyumbang terbesar stok beras nasional. Dan tahun 2013 ini, produksi Gabah Kering Giling (GKG) Jatim ditarget sebanyak 12,512 juta ton atau setara dengan 8,133 juta ton beras. “Kalau pupuk bersubsidinya diselewengkan, tentu mengamcam target produksi beras Jatim,” tegas dia.

Ia mengingatkan bahwa tahun 2012  lalu, Jatim terbilang gagal panen karena cuacanya sangat buruk. Dari target produksi 10 juta ton beras, Jatim hanya mampu merealisasikan sekitar 5 juta ton beras. “Jangan sampai tahun ini gagal lagi karena pupuk-pupuk bersubsidi diselewengkan,” tegas dia.

Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan monitoring ketat terhadap kasus penggerebekan atas praktek pengoplosan pupuk bersubsidi itu. Dan Gubernur Soekarwo, lanjut dia, tentu juga akan melakukan pengawasan ketat atas kasus itu karena tidak ingin Jatim yang menjadi tumpuhan beras nasional terganggu oleh praktek-praktek penyimpangan itu. “Kalau memang terbukti ada oknum terlibat harus ditindak. Bila perusahaan, ijinya harus dicabut,” tegas dia.

Sesuai informasi yang didapatkan, lanjut Agus Dono lolosnya pupuk bersubsidi ke PT NK ini mengunakan modus pengajuan permintaan pupuk bersubsidi dengan RDKK (Rencana Detail Kebutuhan Kelompok Petani) pupuk ke PG agar keluar harga DO untuk pupuk subsidi sebesar Rp1.800/kilogram (sesuai SK Mentan). Namun, setelah pupuk keluar, oleh penyalur tidak dibagikan ke gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang mengajukan pembelian, tetapi dijual kembali kepada oknum PG dengan harga jual kembali pupuk subsidi yang ditetapkan sebesar Rp 2.200/kilogram.

Ditambakan,  pupuk subsidi itu disalurkan ke PT NK dengan harga Rp 2.800 per kilogram. Di PT NK, pupuk dioplos dengan campuran lain di pabrik yang hanya berjarak 500 meter dari PG. Pupuk produksi PT NK bermerek Srijoyo ini kabarnya dipasok ke Kawasan Industri Maspion dengan harga 3.250 per kilo. “Polda harus tegas karena masalah ini merupakan wilayah atensi pusat. Dan saya yakin, penyidik Polda tidak akan berani main-main karena itu sama saja merugikan dirinya sendiri, apalagi kasus ini adalah wilayah atensi atasan mereka,” tutur dia. (fajar)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved