Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Komisi E Sidak Pertama RS dr. Soetomo Jumpai Antrian Membeludak

 
05 Februari 2013

Suara Indrapura : Sidak pertama Komisi E DPRD Jatim di rumah sakit  RSUD dr. Soetomo hari jum’at (1/2) membuahkan hasil yang representatif. Dari sumber laporan masyarakat dan pemberitan di media terkait pelayanan yang kurang memuaskan, serta bertambahnya jumlah pasien kurang mampu berobat ke rumah sakit,

memang mengalami tingkat kenaikan pasien. Sudah tentu langkah ke depan perlu di lakukan evaluasi.

Ketua Komisi E Sugiri Sancoko, dalam kesempatan itu menyampaikan, permasalahan di RSUD dr Soetomo memang cukup pelik. Sebagai rumah sakit terbesar di Indonesia Timur dengan peralatan yang lengkap, RSUD dr Soetomo kerap kali menjadi rujukan pasien dari luar Jawa Timur. Tidak hanya itu, RSUD dr Soetomo menjadi tujuan utama masyarakat Surabaya dan sekitarnya untuk berobat apapun penyakitnya. “Kami melihat sendiri, memang luar biasa antrian pasien di poli umum (RSUD) dr Soetomo. Selain itu kamar-kamar di IRD serta rawat inap banyak yang tidak mencukupi merawat pasien. Sehingga meluber di lorong-lorong rumah sakit,” urai Sugiri Sancoko saat sidak di RSUD Dr Soetomo. Sugiri juga didampingi sejumlah anggota komisi E lainnya. Seperti Fuad Mashuni, Wike Herawati, Anisyah Syakur, Kodrat Sunyoto, Akik Zaman dan Riyadh Rosyadi.

Sementara itu, Direktur RSUD dr Soetomo dr Dodo Anando mengatakan, pihak RSUD berjanji tidak akan menolak pasien miskin dan kurang mampu untuk berobat ke rumah sakit yang terletak di jalan Prof dr Moestopo Surabaya itu. Termasuk mereka yang datang dengan membawa kartu Jamkesmas. “Kita akui, rumah sakit kami masih menjadi idola. Banyak masyarakat yang belum sreg kalau tidak berobat kesini, perut mules saja, ada yang kesini. Sementara  jika pasien mengalami over load ada penambahan matras 20 unit, ditempatkan di ruang khusus perawatan pasien. Tenaga medisnya dokter dan perawatnya tiap harinya hampir 100  orang satu sipnya ada yang datang kesini,” ujar Dodo.

Sugiri Sancoko menambahkan, pertama pernah diusulkan ada anggaran untuk dilakukan renovasi, kedua secara keseluruhan untuk memberi pelayanan maksimal, selanjutnya memperdayakan RS. Haji Sukolilo jadi rumah sakit yang tidak terkesan elit, “agar RS Haji Sukolilo  juga menerima pasien seperti RS. Dr Soetomo, dia mempunyai gagasan agar RS. Haji diganti nama jadi RS. Dr. Soetomo dua,  melubernya antrian seperti ini agaknya perlu di tindak lanjuti hasil pelayanan dari managemennya, karena hakekatnya tenaga medis maupun dokter dan perawat harus ramah tamah dalam melayani semua pasiennya”. Katanya (Mukriel)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved