Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Komisi E Protes RS Haji

 
31 Januari 2013

Suara Indrapura : Keberadaan Rumah Sakit Haji dinilai Komisi E (Kesra) DPRD Jatim kurang memahami keperluan masyarakat miskin. Sehingga rumah sakit berplat merah tersebut, dinilai mengubah imej sebagai rumah sakit yang membela kepentingan rakyat.

Ketua Fraksi Demokrat (FPD) DPRD Jatim, Ahmad Iskandar mengatakan Rumah Sakit Haji kurang memahami posisinya sebagai rumah sakit berplat merah. Seharusnya sebagai rumah sakit milik Pemprov Jatim, rumah sakit berdiri di kawasan Sukolilo tersebut harus mempunyai visi dan misi memperhatikan masyarakat miskin. Iskandar mengaku mendapat informasi, setelah dirinya bertemu dengan masyarakat yang melaporkan terkait pelayanan rumah sakit milik pemprov tersebut.
“Saya sangat kaget mendengar rumah sakit ini tidak terlalu peduli dengan masyarakat miskin. padahal harusnya RS Haji ini juga mengemban tugasnya melayani orang miskin, yang terjadi dirumah sakit ini pelayanan untuk masyarakat tidak mampu justru menurun" ungkap Ahmad Iskandar.
Politisi yang maju dari dapil Madura ini, menyampaikan hasil hearing dengan jajaran RS Haji muncul fakta prosentase pelayanan untuk masyarakat miskin ternyata sangat kecil. “Ini semua bentuk kegagalan direktur rumah sakit haji dalam menjalankan menejemen rumah sakit yang tidak menggunakan hati nurani. Sebab salah satu tugas rumah sakit pemerintah adalah ikut membantu masyarakat miskin, kalaupun juga melayani masyarakat yang mampu  maka nantinya bisa menjadi subsidi silang,” tandas mantan Kepala Biro Administrasi Pembangunan Pemprov Jatim ini serius.
Iskandar mengaku sering mendengar masyarakat miskin yang berobat di rumah sakit ini ditolak, sehingga mereka  kapok dan memilih datang ke RSUD Dr Sutomo. Dibandingkan dengan  RSUD Dr Sutomo, Iskandar pelayanannya dibilai berbeda jauh. Karena, rumah sakit yang berdampingan dengan Asrama Haji ini dinilai tidak cukup peka. “Padahal Gubernur Jatim jelas menyampaikan bahwa masyarakat miskin harus terlayani dengan baik untuk mendapat layanan kesehatan.  Sebagai contoh kapasitas tempat tidur di RSUD Dr Sutomo sekitar 1500 tempat tidur, tapi harus melayani 3000 lebih pasien,” kata Iskandar.
Meski  sudah sangat overload, ternyata semangat RS Dr Soetomo melayani kepentingan masyarakat miskin masih tinggi. “Jika direktur rumah sakit haji memahami kondisi ini maka kemungkinan beban RSUD Dr Sutomo bisa dikurangi,” tandas dia.
Karenanya, politisi asal Fraksi Partai Demokrat (FPD) meminta kepada Gubernur Soekarwo dalam rekrutmen kepala dinas ataupun  direktur rumah sakit harus juga mempertimbangkan mentalitas dan kualitas pejabat yg berhati nurani. "Pak De harus memilih pejabat yang punya hati, karena juga melayani orang  tidak mampu. Kalau orang kaya bisa berobat dimana mana bahkan ke luar negri. tapi bagaimana dengan orang miskin. Makanya  mereka juga harus mendapat pelayanan yang sama." kata iskandar.
Sebagai rumah sakit berplat merah, seharusnya melakukan tugasnya sebagai Badan Layanan Usaha Daerah (Blud) bukan berhasil menambah incame,  menurut Iskandar  rmah sakit harus mampu memberikan pelayanan lebih pada masyarakat miskin. “Tapi kalo melupakan layanan terhadap kepentingan masyarakat tidak mampu ini sama dengan bentuk kegagalan.  Butuh ditegur yang punya rasa , punya  hati, dengan tetap membuka akses pelayanan bagi masyarakat miskin di Jatim seluas luasnya," ungkap Iskandar. (fajar)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved