Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Dewan Jatim Serius Sikapi Lindungi Petani Tembakau

 
29 Januari 2013

Suara Indrapura : Pengesahan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung Zat Adiktif atau  PP Tembakau,  dianggap mematikan nasib puluhan ribu petani tembakau di Jatim, DPRD Jatim bersama gabungan pengusaha rokok (Gapero) Jatim sepakat melawan keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  (SBY) terkait terbitnya PP nomor 109/2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan.
Selain mengajukan judicial review, DPRD Jatim berancang-ancang mengirimkan draf RUU (Rancangan Undang-Undang) Tembakau ke DPR RI serta membuat Raperda tentang tembakau.
Ketua Komisi B DPRD Jatim Agus Dono Wibawanto menegaskan keputusan Jatim melawan PP 109/2012 di karenakan hampir seluruh pasal mematikan ribuan petani tembakau yang selama ini menggantungkan nasibnya di sana.
Munculnya PP tersebut jelas merupakan pesanan asing, karena yang boleh ditanam di Indonesia hanya tembakau Virginia saja, sementara tembakau asli Indonesia yang selama ini memberikan kontribusi besar terhadap cukai rokok dilarang.
“Ini jelas akan membuat petani tembakau akan jatuh miskin, meski dalam PP 109/2012 banyak mengatur soal pabrikan. Tapi lepas dari itu pabrik memiliki ratusan tenaga kerja dan bergantung pada bahan pokoknya ke petani. Kalau pabrikan dibatasi maka dampak ada pada PHK secra besar-besaran. Begitupula petani di Jatim yang mencapai 60 persen, “tegas Agus Dono.
Munculnya PP 109/2012 perlu dipertanyakan. Mengingat yang muncul di sana adalah soal kesehatan bukan mengatur soal  produk tembakau. Padahal selama ini tidak ada penelitian yang menyebutkan seseorang meninggal dunia akibat rokok. Sebaliknya, seseorang meninggal dunia karena sakit. “data ini yang harus kita cari sebagai referensi dalam mengajukan judicial review ke MA. Ini penting karena tembakau tak memiliki korelasi dengan kesehatan , “tegasnya.
Sementara itu, jika di Indonesia diberlakukan penanaman tembakau Virginia, dikhawatirkan tembakau asli Indonesia akan dikuasai oleh asing mengingat banyak. Sekali kelebihan yang dimiliki tembakau Indonesia terkait zat adiktifnya, diantaranya digunakan untuk bahan kosmetik dan untuk industri farmasi.
Sementara itu, Ketua Gapero Jatim Sulami sangat mendukung kebijakan yang diambil DPRD Jatim terksit penyusununan RUU tentang tembakau yang kini diusulkan ke DPR RI untuk dibahas. Karena dalam RUU tersebut banyak menyebutkan betapa pentingnya tembakau bagi rakyat Indonesia, sekaligus sebagai budaya yang harus dipertahankan.
“Jujur ketika krisis moneter semua industry gulung tikar, hanya rokok saja tetap bertahan. Dan  ini nyata mampu membawa kontribusi bagi uang negara yang hampir mencapai triliunan rupiah, “lanjutnya  Melihat kenyataan itu, perlu ditanyakan alas an pemerintah yang tetap ngotot mengesahkan PP 109/2012 yang jelas membuat miskin rakyat Jatim. “Sah-sah saja pemerintah membuat aturan tersebut.  Tapi semuanya harus dibarengi pembukaan lapangan kerja baru untuk menampung tenaga kerja yang ada diperusahaan rokok yang terkena PHK termasuk petani tembakau, ‘’akunya.
Untuk itu, pihaknya tetap berharap Komisi B DPRD Jatim mendorong agar RUU tentang tembakau masuk dalam Polegnas.  Jika tidak perlu segera diterbitkan Perda yang nantinya untuk melindungi para petani tembakau Jatim dari keterpurukkan (Noni)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved