Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Komisi B Gandeng Dinas Perternakan Ajak Sosialisasikan Perda Perlindungan Sapi Betina Produktif

 
28 Januari 2013

Suara Indrapura : Regulasi tentang larangan penyembelihan ternak sapi dan kerbau betina produktif yang digagas oleh Komisi B DPRD Jatim bidang pereonomian ini, sudah dibuat dan ditetapkan menjadi perda inisiatif dalam sidang paripurna dewan. Jatim sendiri dikenal sebagai lumbung pangan dan lumbung ternak terutama daging. Saat ini Jum’at (25/1) Kunker komisi B meninjau ternak sapi betina produktif  di Desa Nglawak Kertosono.
Dengan adanya Komisi B bersama dengan Gubernur melaukan inisiatif  atas perda larangan ini,  namun masih saja menemui banyak  pertentangan  di Jakarta terutama para pengusaha, hal ini terkait larangan impor daging dan ternak sapi. Menurutnya untuk memenuhi kebutuhan di Jatim sendiri Komisi B mendatangkan 4500 program persusuan dan 3000 untuk program perguliran yang di datangkan dari indolakto. “kita ini masih butuh sikitar 600.000 ton liter susu perharinya, kalau ternak sapi perdagingan sendiri, sekitar 31% dari total populasi di  Indonesia”. Ujar Agus Dono Wibawanto
Ketua Komisi B Jatim ini menambahkan, meski kebutuhan daging yang cukup signifikan di daerah lain, namun jangan sampai program yang sedang digagas ini jangan sapai tidak diketaui di daerah, “bahwa penyembelihan sapi betina produktif itu dilarang dan dapat kompensasi jika mau memelihara sapinya”Lanjutnya.
Selain itu Yusuf Rohana, salah satu dewan Jatim khususnya yang berasal dari Dapil VIII Nganjuk ini menambahkan, salah satu dari gagasan itu ingin menguatkan Jatim jadi salah satu lumbung ternak dan pangan nasional, sementara daerah lain seperti Jabar,Jateng juga ambil ternak sapi dari Jatim. Dirinya mengatakan Tahun 2010 hewan kerbau di Nganjuk semakin langka, yakni tinggal 1600 ekor, sapi ada 196.000 ekor, agar tetap jadi suplaiyer nasional maka hurus ada upaya perlindungan sapi dan kerbau betina produktif agar tetap produktif” Katanya
Perda larangan ini juga semakin kuat memiliki payung hukum jika diketahui ada orang yang menyembelih sapi maka dapat diberi sanksi tegas. Karena aturan itu demi kebaikan semua pihak.
Saat pembahasan jaring masukan, Budi Ketua Kelompok Ternak Mandiri menambahkan, anggota kami khususnya di Nglawak ada 50 orang, secara nyata kami ingin bantuan bimbingan sehingga program pemerintah dapat terealisasi diterima oleh masyarakat. Ujarnya singkat
Sementara itu, Agus Kadis Peternakan Nganjuk menambahkan, pasar sapi di nganjuk sendiri ada dua di tempat, Warujayeng dan Guyangan pemasarannya hamper 500-700 ekor saat hari pasarana, namun untuk pemotongan sapi terbesar ada di watu dandang Pace, dengan populasi 600 ekor. Ujarnya
Program penyelamatan ternak sapi betina produktif Jatim, itu sendiri diketahui untuk perkelompok ternak diberi 500 juta. Harapaanya jelas pada pengendalian sapi betina produktif.
Anggota dewan yang lain, Subianto menegaskan berharap akan ada pendampingan program dari Pemda sendiri memberi pelatihan-pelatihan pada peternak, diberi program minifitmil alat pengolahan pakan sehingga peternak dapat lebih baik membudidayakan ternak sapinya sendiri. Ujarnya
(mukriel)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved