Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Ramaikan Puspa Agro, Kabupaten/Kota Harus Dilibatkan

 
19 April 2013

DPRD Jatim Online (Jumat; 19/04)
Suara Indrapura :
Pemprov Jatim Graha Utama (JGU) sebagai penggagas Pasar Induk Agrobis (Puspa Agro) Jemundo dipaksa berkeringat menghadapi masuknya buah impor ke Jawa Timur tidak lagi mampu dibendung. Untuk itu, PT JGU sebagai perusahaan plat merah milik pemprov Jatim terus empersiapkan jaringan menghadapi gencarnya masuknya buah dan produk holtikultura di Jatim.


Ketua Komisi B DPRD Jatim, Agus Dono Wibianto menegaskan seharusnya pemerintah provinsi ikut merangkul Kabupaten/kota yang memiliki produksi holtikultura di Jatim. Untuk itu, Pemprov Jatim didesak melakukan komunikasi intensif dengan kabupaten/kota untuk mengawal kepentingan petani dengan melawan kepentingan pasar yang tidak memprihatinkan petani lokal.

"Sudah seharusnya jaringan dengan kabupaten/kota harus digandeng. Dengan begitu, peranan Pemprov meningkatkan kehidupan petani bisa dimaksimalkan," terang Agus Dono saat dialog public dengan tema ‘masa depan Pasar Puspa Agro, kapan petani Jatim sejahtera di gedung DPRD Jatim, rabu (17/4). Agus Dono Wibawanto juga menegaskan, sejauh ini belum ada komunikasi intensif dengan membuat jaringan dengan kabupaten/kota membuat kepentingan penataan nasib petani menjadi berat. “Kalau tidak digandeng, maka petani akan berat," tandas dia.

Pada kesempatan yang sama, pengamat dari unair, Hotman Siahaan mendukung keinginan dewan, dimana Pemprov Jatim segera menggandeng kabupaten/kota untuk bersama-sama mengawal kepentingan petani. “Jika tidak, program yang digagas sangat baik, akan sia-sia. Karena potensi pertanian yang ada berada di daerah,” urai Hotman.

Pria yang juga dewan pakar Pemprov Jatim ini menandaskan dengan komunikasi yang bagus, diharapkan peranan petani di daerah bisa diangkat dan dimaksimalkan.”ini menjadi kebutuhan yang  mendesak dan penting. Sehingga kepentingan petani tidak hanya dikendalikan pengijon,” kata Hotman.

Sementara itu, samsul Huda dari HKTI Jatim menyampaikan pemerintah harus mempersiapkan saran produksi, budidaya, peralatan yang mampu mengefisiensi produktifitas pertanian dan kelembagaan untuk membela kepentingan petani. “sehingga tidak menjadi beban petani saja. Namun pemerintah ikut membantu persoalan petani,” kata Samsul.

Samsul juga menegaskan agar Puspa agro juga membuka pasar dengan menggandeng seluruh kelembagaan petani. “ini juga tidak kalah penting,” terang dia.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT JGU Erlangga Satriagung. Mengaku siap untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut. Karena puspa argo baru bekerja maksimal tahun 2012, setelah selesai melakukan pembangunan fisik. “jaringan konsepnya saat ini, sudah dikerjakan. Karena puspa argo dipersiapkan untuk kebutuhan grosir, “terang dia.

Kenapa puspa argo sepi? Erlangga menegaskan sejauh ini investasi fisik bangunan dimulai 2009 sampai 2011. “setelah itu, Gubernur Jatim mendesak menghadapi masuknya buah dan produk holticultur impor memang harus berkeringat, kepada para petani untuk tetap mengawal kebijakan, agar hasil yang didapat lebih tinggi, solusi, bagaimana puspa agro kedepan menjadi industry agro bertemu gapoktan dengan industry agro. “yang dibahas memang harus grosir dan kedepan perdagangan yang dilakukan system bertemu dengan system,” urai dia.

Agar petani sejahtera pihaknya terus melakukan tata kelola system agrarian memberikan pada petani kecil untuk mampu bersaing.”untuk itu, munculnya kesulitan air harus diatasi. Dengan begitu, petani akan semakin muda memperbaiki produk-produk pertanian. Jika buah nangka hanya bertahan seminggu. Tapi kalau dijadikan kripik akan bertahan jauh lebih lama. Ini harus dikembangkan untuk memperkuat jaringan petani di Jatim,”tandas dia. (Umi)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved