Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Komisi A Panggil PTPN XI Desak Pemberhentian Pasar Kencong

 
18 Januari 2013

Suara Indrapura : Melalui koordinasi dan pertemuan kunjungan kerja beberapa pekan yang lalu Komisi A DPRD Jatim hingga saat ini terus mengawal kepentingan masyarakatnya sampai tuntas dan menentukan sebuah kebijakan terbaik. Hal ini terkait masalah kepengurusan status tanah warga hak pakai pasar Kencong Jember.

Dengan memanggil jajaran Dirut (Direktur Utama) PTPN XI ke rumah rakyat Kamis (17/1), Komisi A Jatim yang membidangi urusan hukum dan pemerintahan ini, cukup kaget  dirasa seperti ada permainan hukum dan politik di pemerintahan daerah tersebut.

Semboko Erik Suwardi, Wakil Dirut, PTPN XI Semboko mengatakan dari data yang kami miliki pasar kencong dari tahun 2005, pasar pernah mengalami kebakaran, lalu 2008 diusulkan pertama sistem pinjam pakai, tukar guling, ganti rugi, dan bagi hasil. Selain itu tahun 2010 mulai ada pembahasan untuk, pembangunan. Tetapi sebelum jauh melangkah merealisasi di lakukan rapat bersama BPKP, Investor, Pemkab. Ujar Erik.

Dewan Jatim begitu serius menyatakan sikap Pro mengawal permasalan ini sampai “clean and clear” tuntas bersama-sama dengan PTPN XI, dan didukung oleh masyarakat, agar masalah cepat menemui titik terang selesai dengan ending yang baik, anehnya menurut sampaian dirut dan data, surat izinnya saja sudah cacat hukum namun sudah ada operasi pembangunan pasar kencong oleh investor, Kata Sabron Djamil Pasaribu,

Saut Marisi Siahaan, Anggota Komisi A menambahkan, secara pribadi saat ia mengetahui kondisi langsung Pasar Kencong mendesak agar dihentikan saja pembangunan pasar itu, surat izinnya saja belum ada, tidak pernah dilakukan koordinasi bersama, jika lanjut nanti tambah pedagang jadi korban tolong amankan tanah yang dibangun, jika tidak urusan jadi panjang”. Katanya

Selain itu Bambang Yuwono, anggota dewan yang lain menambahkan. “seandainya tanah bangunan sudah ada tukar guling dan daya beli pedagang yang nempati tidak mampu beli dengan bandrol 200 juta nanti jadi seperti apa,? Sudah tentu Pemkab menjualnya pada masyarakat umum investor, Jika PTPN XI tidak diajak koordinasi maka hentikan saja proyek bangunannya. Ujarnya

Dipenghujung pertemuan , PTPN XI berkomitmen segera melayangkan surat pada pemkab jember dan memberi tembusan lewat Komisi A DPRD Jatim. Hal ini agar ada nilai kekeuatan moril, sehingga  tujuan menyelamatkan aset tanah masyarakat dapat terwujud. (Bowo)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved