Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Ketua DPRD Jatim Desak Pemerintah Pusat Untuk Kebutuhan Anggaran Banjir

 
17 Januari 2013

Suara Indrapura : Ancaman banjir di sejumlah wilayah di Jawa Timur membuat DPRD Jatim lebih ketat melakukan pengawasan terhadap kebutuhan anggaran penanggulangan banjir. Bagaimana tidak, saat ini kebutuhan APBD Jatim Tahun Anggaran 2013 sudah banyak dipersiapkan untuk kebutuhan pilgub Jatim 29 Agustus 2013. Sehingga untuk kepentingan kebutuhan anggaran penanggulangan banjir, lembaga legislatif kosentrasi mencari tambahan anggaran ke pemerintah pusat. Penegasan ini, disampaikan Ketua DPRD Jatim Imam Sunardhi, Kamis (16/1) siang.
“Kebutuhan anggaran untuk banjir memang sudah disiapkan, namun kebutuhan anggaran yang sudah dipersiapkan tidak mencukupi untuk mengantisipasi ancaman banjir. Untuk itu, kami di legislatif mendesak pemprov untuk mendorong  Pemprov Jatim untuk mencari tambahan bantuhan anggaran,” tegas Imam Sunardhi.
Yang menjadi persoalan, saat ini banjir di wilayah Jatim terus meluas, khususnya di wilayah empat kabupaten, yaitu Tuban, Bojonegoro, Lamongan dan Gresik. Sementara kebutuhan pengendalian banjir Pemprov Jatim tahun 2013 melalui  Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur dialokasi dana Rp.27 miliar. Anggaran ini lebih besar tahun 2012 yang mencapai Rp 56 milyar.
"Saya minta empat daerah itu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir. Masyarakat harus mentaati instuksi yang diberikan masing-masing kabupaten," kata Imam Sunardhi.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat saat ini potensi longsor di Jawa Timur Bagian Selatan di Jatim masih tinggi selama musim penghujan pada tahun ini. "Dari data yang ada di Pusat data operasi (Pusdaops) BPBD Jatim, saat ini potensi titik rawan bencana longsor  di Jatim semakin banyak dan menyebar hampir semua kabupaten/kota di pesisir selatan terutama setelah tejadi badai Narelle di Jatim," ujar Kepala BPBD Jatim, Sudharmawan.
Dikatakannya, adapun kawasan yang rawan longsor itu berada di lima kabupaten di pesisir selatan antara lain Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang dan Banyuwangi. “Setiap daerah yang sebelumnya cuma rawan dua kecamatan seperti di Pacitan, kini lebih banyak,” paparnya.
Bahkan lebih lanjut jumlah di Pacitan beberapa wilayah sudah mengalami retakan sehingga sebagian penduduknya mulai diungsikan. ”Ada 266 KK (Kepala Keluarga) yang sudah disuruh mengungsi karena ada pergerakan tanah di wilayah Pacitan, itu sangat berbahaya, selain itu juga, Ponorogo memang tidak memiliki pantai, tapi diasa juga rawan longsor saat ini,” paparnya.
Ia menambahkan, saat ini potensi curah hujan pada bulan depan akan semakin meningkat mencapai 500 mm/bulan. Kondisi itulah yang harus diwaspadai agar wilayah-wilayah yang rawan bencana tetap bisa dimonitor. ”Kalau curah hujan tinggi maka wilayah yang mengalami retakan bisa longsor karena itu kami sudah mendirikan pos pantau lapangan untuk mengantisipasinya,” tegasnya.
Terkait ancaman badai Narelle, ia memprediksi badai tersebut akan berakhir dalam sebulan ke depan. “Sekarang sudah terkena ekornya saja sehingga kemungkinan adanya angin kencang sudah berkurang, tetapi intensitas hujan dalam sebulan atau dua bulan masih tinggi,” ujarnya.
Sementara, untuk mengangani korban bencana, dana on call yang diterima BPBD dari Pemprov Jatim pada tahun 2013 mencapai Rp 3,5 miliar. Selain itu, BPBD juga menerima kucuran dari Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) sebesar Rp 10 miliar.
Selain longsor, badai Narelle juga mengakibatkan beberapa kabupaten di Jatim mengalami musibah banjir bandang dan puting beliung. Musibah itu mengakibatkan tiga orang tewas dan puluhan rumah rusak. Korban tewas karena tertimpa bangunan saat terjadi musibah puting beliung. Sedangkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Beberapa wilayah yang terkena banjir di Jatim adalah Kabupaten Banyuwangi, Probolinggo, Situbondo, Bojonegoro dan Tuban. Sementara,  wilayah yang diterjang angin puting beliung adalah Sumenep, Ponorogo dan Ngawi. (Bintang)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved