Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Jamsostek di Bawah Standar Puskesmas, Sorotan Tajam Komisi E DPRD Jatim

 
18 April 2013

Suara Indrapura : Sebagai salah satu BUMN terbesar, PT Jamsostek (Persero) pada akhir tahun 2013 nanti akan berubah jadi badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS), dimungkinkan seluruh penduduk kan menjadi peserta jamsostek mampukah nantinya jamsostek mengakover jumlah anggota yang demikian besar?


Banyak keluhan masyarakat peserta program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) terhadap layanan Jamsostek belum maksimal, menjadi sorotan Komisi E DPRD Jawa Timur. Sugiri Sancoko Ketua Komisi E mengungkapkan, pihaknya secara lisan beberapa kali menerima keluhan soal pelayanan Jamsostek.

Namun keluhan itu tidak pernah dilaporkan secara formal ke Komisi E, Politisi Partai Demokrat ini menilai, prinsipnya setiap masyarakat berhak mendapat pelayanan kesehatan yang maksimal dari rumah sakit, termasuk pasien yang berobat lewat jalur Jamsostek. Menurut politisi yang kerab disapa Giri itu, Pasien Jamkesda atau Jamkesmas yang gratis saja wajib dilayani rumah sakit, apalagi pasien pemegang kartu Jamsostek yang membayar premi secara rutin.

“Rumah sakit wajib memberikan pelayanan kesehatan kepada setiap pasien yang berobat, baik itu reguler, Jamsostek atau Jamkesmas dan Jamkesda. Tidak boleh ada diskriminasi,”ujar Giri, kemarin.

Lebih lanjut Giri menambahkan, idealnya setiap rumah sakit baik itu pemerintah maupun swasta harus memiliki loket pelayanan khusus untuk pasien Jamsostek atau Jamkesmas dan Jmakesda. Sebab, bila pelayanannya digabung dengan pasien jalur reguler, akan terjadi antrian panjang, yang bisanya pasien pemegang kartu Jamsostek yang dikorbankan. Karena dinilai tidak melakukan pembayaran secara tunai.

“idealnya ada loket khusus untuk pasien Jamsostek dan Jamkesmas atau Jamkesda, biar tidak ada antrian panjang,”ujar Wakil Sekertaris Partai Demokrat Jatim itu.

Mantan wartawan ini menjelaskan, pelayanan di loket atau front office harus prima, karena itu adalah etalase dari seluruh layanan di rumah sakit. Jangan sampai, pasien yang sudah dalam keadaan sakit, penderitannya semakin bertambah dengan pelayanan awal yang kurang baik. “orang sakit itu sudah menderita, jangan sampai penderitaan mereka bertambah, karena buruknya pelayanan di loket pendaftaran,”pungkasnya.

Harusnya, tambah Giri Jamsostek sebagai BUMN layanan, dia tidak perlu ambil untung, contohnya seperti RSU. Keuntungan Jamsostek yang mencapai triliunan rupiah setiap tahun, dikembalikan lagi pada anggota yang sudah rela membayar. Hakekatnya dari iuran anggota itulah keuntungan Jamsostek di dapat. Pengembalian bisa berupa bentuk layanan kesehatan pada anggota agar lebih baik. Seperti kualitas obat yang diberikan, layanan rawat inap seperti  kamar maupun administrasi yang online dan tak bertelit-bertelit. (Noni)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved