Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Masih Gagal Tangani Bencana Banjir Musiman

 
10 Januari 2013

Suara Indrapura : Dinas  Pengairan Pemprov Jatim mendapatkan kritik keras DPRD  Jatim, lantaran gagal dalam menanggulangi masalah banjir tahunan. Padahal alokasi dana yang di anggarkan dari uang rakyat mencapai miliaran rupiah. Terbukti untuk tahun 2012 saja Dinas pengairan  dalam program pengendalian banjir memperoleh alokasi dana senilai Rp 56 miliar.

Sedangkan, pada tahun 2013 angka APBD Jatim untuk kebutuhan penanggulangan banjir turun menjadi Rp27 miliar. Penyelesaian masalah banjir, harus ada komitmen dan kerja dari banyak pihak. Termasuk kebutuhan adanya Peraturan Daerah (Perda) tentang pengelolaan sungai. Karena adanya perda, masing-masing (Pemprov dan Kabupaten/Kota) pihak dapat tanggung jawabnya dalam melakukan konservasi sungai yang ada di Jawa Timur.
Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Irwan Setiawan rakyat yang diberikan pada Dinas Pengairan dari APBD Jatim cukup besar genangan banjir masih dia atas 20ribu ha.
“Kebutuhan besar yang diberikan tenyata tidak banyak membawa hasil, karena banjir tidak kunjung tuntas diselesaikan setiap tahunnya. Karenanya butuh kerja keras dan komitmen pemprov  serta Kabupaten/Kota untuk menangani persoalan banjir di Jawa Timur,” terang Irwan Setiawan, Sabtu(5/1).
Politisi asal Fraksi PKS ini, menyampaikan kebutuhan penanggulangan banjir terus digerojok Pemprov Jatim. Pada tahun 2010 saja, banjir masih mencapai 24.496 ha. Sedangkan Program pengendalian Pemprov hanya mampu menurunkan angka genangan menurunkan angka genangan 950 ha setiap tahunnya.
“Program rehabilitasi, operasi dan pemeliharaan alur sungai, prasarana pengendali banjir, tanggul dan normalisasi sungai masih gagal dilakukan,” kata Irwan Setiawan.
Ditambahkannya, kalau faktor pembebasan lahan menjadi problem dalam program pengendalian banjir berupa pembuatan tanggul, mestinya pemprop secara intensif melakukan koordinasi dengan pihak Kabupaten/Kota. Sedangkan kalau memang persoalaannya dana, pihaknya mendorong agar dana APBN biasa turun lebih besar lagi.
“Dana APBD Jatim sendiri tiap tahunnya fluktuatif. Kalau memang tidak bisa menggatasinya karena anggarannya kurang, maka pemprov harus bisa mendesak pusat agar memberikan alokasi dana APBN untuk banjir Jatim. Kami di dewan akan ikut menggawal kebutuhan itu. Yang penting ada solusi mengatasi banjir,” tegasnya.
Diakui alumnus Fisip Unair ini, jika secara sistem penyelesaian banjir pemerintah provinsi telah mencukupi. Ini terbukti bahwa Pemprov memiliki 9 unit pelaksana Teknis (UPT) di bawah Dinas Pengairan untuk pemeliharaan sarana pengendali banjir yaitu wilayah sungai Bango Gedangan, Puncu Selodono, Madiun, Sampean Baru, Bondoyulo Mayang, Gemong Pekalen, Madura, Bengawan Solo. “Hanya saja sejumlah UPT Itu kurang maksimal dijadikan sarana pengendalian banjir,” tegasnya.
Oleh karena itu, Irwan mengharapkan agar Pemprov siap melakukan penanganan bencana terhadap banjir yang akan melanda sejumlah daerah di Jawa Timur. Sosialisasi ada peringatan dini terhadap Daerah-daerah rawan banjir tentunya akan meminimalisir dampak dari banjir tersebut.
Terpisah Ketua Bidang Operasional Dinas Pengairan Jwa Timur, Soenoko menyampaikan bahwa tidak ada dana yang disediakan oleh APBD untuk pengendalian banjir. Kendatipun ada sifatnya on call. Yakni jika ada bencana baru mengajukan anggaran, “Sifatnya on call,” katanya.
Ditambahkannya, pihaknya sudah melakukan beberapa langkah antisipatif dalam menanggulangi masalah banjir .Yakni melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan melibatkan Dinas pengairan Kota/Kabupaten.
“Bentuk antisipasinya dengan melakukan sosialisasi,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga melakukan pembenahan tanggul-tanggul yang rusak dalam melakukan beberapa pengerukan sungai. Karena itu, jika memang banjir masih menjadi merupakan kondisi alamnya.
“Jadi kita, sudah melakukan berbagai macam langkah ansipatif. Hanya saja, daerah yang sering terjadi banjir berada di dataran rendah,” pun kasnya.(Noni)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved