Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Buah Impor Marak, Harus Siapkan Jaringan Petani

 
18 April 2013

Suara Indrapura : PT Jatim Graha Utama (JGU) sebagai penggagas pasar induk agrobis puspa agro jemundo dipaksa berkeringat menghadapi masuknya buah impor ke Jatim yang tidak lagi mampu dibendung. Untuk itu PT.JGU sebagai perusahaan plat milik Pemprov Jatim terus mempersiapkan jaringan menghadapi gencarnya masuk buah dan produk holtikultura masuk ke jatim.


Karena itu, Pemprov Jatim didesak melakukan komunikasi intensif dengan kabupaten/kota untuk mengawal kepentingan hasil produksi pertanian bisa bermanfaat bagi kepentingan petani.

Ketua Komisi B DPRD Jatim, Agus Dono Wibawanto menyampaikan sudah seharusnya pemerintah propinsi ikut merangkul kabupaten/kota untuk ikut mengawal kepentingan puspa agro bersama-sama melawan pentingan pasar yang tidak memperhatikan petani lokal.

“sudah seharusnya jaringan dengan kabupaten/kota harus digandeng. Dengan begitu peranan pempropmeningkatkan kehidupan petani bisa dimaksimalkan,” terang agus dono sela sela dialog public di lobi Gedung DPRD Jatim, kemarin.

Politisi partai demokrat ini menambahkan, sejauh ini belum ada komunikasi intensif dengan membuat jaringan dengan kabupaten/kota membuat kepentingan penataan nasib petani menjadi berat. “kalau tidak digandeng maka petani akan berat,” tandas dia.

Pengamat politik Unair Hotman siahaan mendukung agar pemprop jatim segera mengandeng kabupaten/kota untuk bersama-sama mengawal kepentingan petani. “jika tidak, program yang digagas sangat baik, kan sia-sia. Karena potensi pertanian yang ada berada di daerah,”urai Hotman.

Sementara itu, Samsul Huda dari HKTI Jatim menyampaikan pemerintah harus mempersiapkan sarana produksi, budidaya, peralatan yang mampu mengefisiensi produktifitas pertanian dan kelembagaan untuk membela kepentingan petani.”sehingga tidak menjadi beban petani saja. Namun pemerintah ikut membantu persoalan petani,”kata Samsul.

Samsul juga menegaskan agar Puspa Agro juga membuka pasar dengan mengandeng seluruh kelembagaan petani. “ini juga tidak kalah penting,” terang dia.

Direktur Utama PT JGU Erlangga Satriagung mengaku siap untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut. Karena puspa agro baru bekerja maksimal tahun 2012, setelah selesai melakukan pemabngunan  fisik.
jaringan konsepnya saat ini, sudah dikerjakan. Karena puspa agro dipersiapkan untuk kebutuhan grosir,”terang dia.
Gubernur Jatim Soekarwo menegaskan menhadapi masuknya buah dan produk holtikultura impor memag harus berkeringat, kepada para petani untuk tetap mengawal kebijakan, agar hasil yang didapat lebih tinggi. Ia menyampaikan, agar petani sejahtera pihaknya terus melakukan tata kelola system agraria memberikan pada petani kecil untuk mampu bersaing “untuk itu, munculnya kesulitan air harus diatasi. Dengan begitu, petani akan semakin muda memperbaiki produk-produk pertanian.

Kalau memang ada nangka hanya bertahan seminggu. Tapi kalau kripik nangka akan bertahan jauh lebih lama. Ini harus dikembangkan untuk memperkuat jaringan petani di Jatim,”tandas dia.(Fafa)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved