Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Prioritaskan Perluasan Lapangan Kerja, Tingkatkan Daya Saing Hadapi AFTA 2015

 
20 September 2013

DPRD Jatim Online (Jumat; 20/09)

Suara Indrapura : Di tahun  pertama masa jabatan gubernur Jawa Timur periode 2014-2019, prioritas pembangunan tahun 2014 adalah “Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat Jawa Timur Melalui Perluasan Lapangan Kerja, Penguatan Ekonomi Perempuan dan Peningkatan Daya Saing Dalam Menyongsong AFTA 2015”.

Untuk merealisasikan target tersebut, Gubernur Jawa Timur melalui Nota Keuangan yang disampaikan dalam rapat peripurna DPRD Jawa Timur pada 16 September 2013 telah menyampaikan bahwa  perangkaan R-APBD Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2014 terdiri atas pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah.

Pendapatan daerah pada R-APBD  tahun anggaran 2014 diperkirakan sebesar Rp 16.233.010.198.924. Rinciannya, dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 10.902.165.506.755. Dana perimbangan sebesar Rp. 2.521.058.934.134, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp. 2.809.785.758.035.

Sedangkan untuk belaja daerah diperkirakan mencapai Rp. 16.883.010.198.924 yang peruntukannya  dua hal. Pertama, untuk Belanja Tidak Langsung (BTL) sebesar  Rp. 11.086.049.976.215. kedua, untuk Belajar  Langsung (BL) sebesar Rp. 5.796.960.222.709.

“Melihat struktur perangkaan antara pendapatan daerah dan belanja daerah pada R-APBD 2014, terdapat defisit anggaran  sebesar Rp. 650 miliar yang akan ditutup dengan pembiayaan netto,” ujar H Moch Nizar Zahro, SH juru bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jawa Timur pada rapat paripurna DPRD Jawa Timur tentang pendapatan banggar terhadap Raperda tentang APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2014, Kamis (19/9).

Sementara untuk pembiayaan daerah pada R-APBD Jawa Timur 2014 ditaksir sebesar Rp. 650 miliar berasal dari prakiraan Silpa tahun anggaran 2013 dan pengeluaran pembiayaan nihil sehingga terdapat pembiayaan netto sebesar Rp. 650 miliar.

Dari hasil pembahasan Banggar dengan TIM Anggaran Pemprov Jawa Timur terdapat pembahasan penting ,antara lain mengenai sisi pendapatan khususnya  dari dana perimbangan. Untuk itu Banggar akan  menyampaikan catatan penting dalam pembahasan Raperda tentang APBD Jawa Timur tahun anggaran 2014.

Pertama, potensi pendapatan dari sisi dana perimbangan hendaknya memperhatikan dan menyesuaikan dengan ketentuan dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Republik Indonesia. karena itu, Komisi C diminta klasifikasi dan melakukan pencermatan serta pengkajian terhadap prakiraan dana perimbangan untuk Pemprov Jatim tahun anggaran  2014.

“Kalau perlu Komisi C bersama pemerintah daerah melakukan koordinasi dan konsultasi ke Kementerian Keuangan agar pembahasan nanti dapat dilakukan dengan clear ,” jelas politisi dari FPPP Reformasi.

Sedangkan menyangkut belanja, lanjut Nizar, Banggar meminta supaya pembahasan dikomisi-komisi nanti betul-betul  mencermati penggunaan belanja apakah sudah tepat sasaran atau belum. Selain itu, kontruksi penganggaran  belanja langsung agar dilakukan secara seimbang  karena isu itu kerap menjadi perhatian publik.

Khusus prioritas pembangunan Jawa Timur tahun 2014, Banggar terhadap penanganan sektor  pertanian harus menjadi  perhatian utama karena dapat menunjang peningkatan  kesejahteraan rakyat Jatim yang mayoritas masih bermata pencaharian sebagai petani.

Dari sisi landasan hukum dalam penyusunan Raperda tentang APBD Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2014, tambah Nizar telah memenuhi perangkat-perangkat yuridis yang diamanatkan oleh Undang-undang.

“Banggar DPRD Jawa Timur berpendapat bahwa R-APBD Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2014, layak untuk dibahas lebih lanjut sesuai dengan mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya.

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved