Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Dewan Prihatin, Desa Terpencil Pinggiran Hutan Kritis Transportasi

 
17 April 2013

Suara Indrapura : Melaksanakan tugas reses adalah kewajiban bagi anggota dewan DPRD Jatim, dimana selama kurun waktu satu minggu dimanfaatkan oleh anggota menemui masyarakat daerah pemilihannya sendiri. Menurut regulasi masa reses dilaksanakan setiap 4 bulan sekali dalam satu tahun.


Saat melaksanakan reses, rabu (10/4) salah satu anggota dewan dari PKS,ini benar-benar melaksanakan reses di Desa Ngepung Kec. Lengkong Nganjuk, wilayah pelosok termasuk desa terpencil, dalam kondisi jalan becek, gelap gulita, dan susah dilalui oleh kendaraan roda empat. Hal  itu, tidak mengurungkan niatnya sama sekali menjumpai  masyarakat pada daerah dapil dalam nuansa kegiatan reses jaring aspirasi masyarkat. Karena semua itu pastinya hanya demi terwujudnya pembangunan merata untuk rakyat.

Ir. Yusuf Rohana, Politisi yang lahir di Klaten Jawa Tengah ini, mengatakan sudah saatnya dewan harus membantu masyarakatnya. Hampir 400 kelompok tani, masing-masing hampir 1-2 mesin traktor diberikan, lalu 100 madrasah sekolah dapat bantuan, seperti fasilitas fisik sekolah, buku-buku perpustakaan, komputer, jalan poros desa yang diharapkan mampu kelancaran pertanian. Katanya

Kadri, Kades Ngepung, mengatakan masyarakat Ngepung dalam jaring aspirasi ini,  satu-satunya periotas yang diusulkan yaitu, mengenai jalan poros desa yang masuk ke Dsn, Sendang Bogo sampai keluar ke desa lain. “kalau diperhatikan kendaraan yang masuk di Desa Ngepung yaitu jenis angkutan kendaraan berat yang kurang lebih memuat 4-5 Ton, lalu saat musim hujan masyarakat sulit melewati jalan tersebut. Oleh sebab itu, masalah transportasi jadi masalah urgen bagi warga kami, “pernah kami membuat proposal dan mengirimnya sampai DPRD Kab, dan Pusat lewat jasa POS, namun hingga sekarang belum terealisasi”. Paparnya

Potensi desa berupa sawah pertanian sebesar 60 hektar,  akan tetapi  sebagian besar hampir 60%, dari masyaratnya bercocok tanam setiap 3 tahun berpindah-pindah kehutan lainnya, yang dibantu oleh pihak perhutani. Selain itu masalah yang cocok yang perlu dikembangkan disini pertama masalah transportasi, kedua perternakan, ketiga pertanian, “adanya bantuan sumur bor sedalam 300-200 meter sangat bermanfaat, mungkin desa kami yang masih tertinggal di tahun 2013.

Selain itu warga menginginkan desanya semakin makmur sudah tidak  tidak ada kendala dalam hal apapun, demi kegiatan aktifas sehari-hari jelasnya. (Mukriel)

 

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved