Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Raperda 2013 Digarap 2014

 
08 Januari 2014

DPRD Jatim Online (Rabu; 08/01)

Suara Indrapura : Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD Jatim mentarget tuntas 20 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) pada tahun 2014 ini. Setelah sebagian produk hukum di Jawa Timur ini, tidak tuntas alias menjadi Pekerjaan Rumah (PR) di tahun 3013 lalu. Untuk itu, dalam paripurna awal tahun 2014 yang diusulkan Badan Legislasi Daerah mengusulkan 20 Raperda.

Ketua Balegda DPRD Jatim, RB Zainal Arifin membenarkan sejumlah usulan raperda yang disampaikan merupakan usulan raperda tahun 2013 lalu yang belum tuntas. “Karena saat tahun 2013 ada beberapa Raperda yang belum tuntas, diusulkan kembali dalam prolegda 2014,” kata Zainal Arifin.

Ditegaskan Zainal dari usulan 20 raperda ada dua rancangan peraturan daerah yang tuntas akhir tahun 2013 lalu. Dua raperda yang sudah menjadi Peraturan Daerah (Perda) adalah tentang Pemberdayaan masyarakat desa/kelurahan usulan Komisi A dan perda tentang Resi Gudang usulan Komisi B. “Sehingga usulan raperda dari tahun lalu tinggal 18 raperda,” tegas dia.

Pada Prolegda awal tahun 2014, Pemprop Jatim melalui Gubernur Jatim menambahkan dua usulan raperda.”Jadi target raperda tetap menjadi 20.”tegas dia.

Dua rancangan perda usulan gubernur adalah raperda tentang Perlindungan Anak serta rancangan perda tentang perpustakaan dan kearsipan untuk di pecah menjadi perda tersendiri bisa selesai 2014. “Dari usulan raperda yang belum selesai tahun 2013. Terdapat 7 raperda usulan dewan dan 11 raperda usulan pemprop,”urai dia.

Di sampaikan Zainal Arifin, selain dua usulan eksekutif, balegda juga mengusulkan satu raperda tentang Pengendalian Minuman Beralkohol, Raperda usulan Komisi B tentang kawasan ekonomi khusus suramadu dan raperda perlindungan petani dan nelayan dari komisi B, raperda tentang rancangan kesehan (komisi E).

Terkait raperda tentang Pengendalian Minuman Beralkohol, Zainal Arifin mengakui bahwa Perda Miras yang telah di buat oleh berbagai daerah  di Jatim telah dibatalkan oleh Mahkamah Agung (MA). Akibatnya, terjadi kekosongan hukum sehingga peredaran miras kian marak di Jatim. Bahkan di beberapa daerah, seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan yang terbaru di Kabupaten  Mojokerto telah memakan korban tewas hingga puluhan akibat menenggak miras keras oplosan atau yang dikenal dengan cukrik.

 “Sebagai bentuk tanggung jawab, sekaligus upaya meminimalisir semakin banyaknya korban akibat miras di wilayah Jatim,”jelas politisi asal Partai Golkar.

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved