Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Dewan Jatim soroti Pembangunan, Pendidikan dan Kesehatan Wong Cilik

 
16 April 2013

Suara Indrapura : Melaksanakan tugas reses kewajiban bagi anggota dewan DPRD Jatim yang dilakukan setiap empat bulan sekali, yakni  dengan cara turun kedaerah pemilihannya masing-masing. Reses pertama kamis (11/4), salah satu anggota dewan dari dapil VIII (delapan), ini memanfaatkan masa reses dalam rangka jaring aspirasi lewat reses di Dsn Ganung, Nganjuk. saat pertemuan jaring aspirasi masyarakat sekarang,


banyak membahas masalah pelayanan kesehatan bagi wong cilik, pendidikan, serta kesejahteraannya.

H. Kuswanto, SH mengatakan, “Alhamdulilah dengan pertemuan lewat reses dapat mempererat jalin silahturahmi, memperpanjang usia, dan memperbanyak saudara”. Kata Pria kelahiran Banyuwangi ini,  menegaskan jadi wakil rakyat yang duduk di DPRD Provinsi harus benar-benar melaksanakan masa reses menjaring aspirasi serta memenuhi janjinya. Menurut dia, Gubernur Jatim H.Soekarwo dan Gus Ipul, selama memimpin Jatim selama 4 tahun ini nampaknya baik. Kehidupan masyarakat sudah berjalan dengan baik, ketertiban, keamanan Jatim dinyatakan paling baik oleh Nasional, lalu akses sarana-sarana jalan juga sudah baik walaupun belum menyentuh secara menyeluruh. “Daerah pinggiran hutan seperti Tritik Kec Rejoso, masyarakatnya banyak mengeluh soal infrastruktur jalannya”, ini jadi perhatian serius jika jalan rusak maka otomatis perekonomian di desa jadi terhambat, masalah lain biaya pengangkutan saat panen petani pasti akan mahal, namun jika jalannya baik, ongkos angkutan lebih murah, selain itu keuntungan lebih banyak.  Ujarnya.

Terpisah, masalah kesehatan tahun 2014 nanti direncanakan akan ada JAMKESNAS (Jaminan Kesehatan Nasional), yang diharapkan mengkafer semua lapisan masyarakat kurang mampu, harapannya nanti tidak ada lagi masalah pasien kurang mampu dengan pihak rumah sakit, dimana sebelumnya pemerintah merekomendasikan melalui surat keterangan tidak mampu dari kelurahan. Rumah sakit pemerintah harus kita manfaatkan, diketahui Rumah Sakit Jatim sudah punya 5 rumah sakit, Madiun, Malang, Surabaya ada tiga Dr. Soetomo, Rs.Haji dan Rs. Jiwa Menur. Mari kita kawal kehidupan berdemokrasi masyarakat, biaya kesehatan dan pendidikan jadi pembahasan utama. Terkait masalah pendidikan sekarang pemerintah mengambil alih biaya pendidikan berupa biaya operasioanal sekolah berupa BOS (Bantuan Operasional Sekolah), jadi tanggung jawab besar ada ditangan pemerintah, namun dibawah pelaksanaannya kerap muncul terjadi.

Selama dewan Jatim melakukan sidak di rumah sakit saat menemui pasien,  yang memiliki kartu jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah), kerap selalu mengeluh” kami jarang didatangi dokter, perawatnya kurang baik, ditambah lagi pasien jamkesda, jamkesmas,  itu berobat hanya gratisan saja, ini yang perlu diluruskan padahal biaya rumah sakit semuanya diambil alih oleh pemerintah. Jadi berkas kwitansi yang ditandatangani oleh pasien sebenarnya dibayar oleh Pemerintah daerah/Pemprov. (Mukriel)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved