Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Jadilah Wanita Yang Siap Menata Serta Ditata

 
07 Mei 2014

DPRD Jatim Online (Rabu; 07/05)

Suara Indrapura : Dra. Hj. Anisa Syakur, MAg  adalah politisi wanita yang dilahirkan dari kalangan pesantren atau kelas agamis. Masa pendidikan Anisa panggilan akrab sehari-hari dihabiskan pada pendidikan agama. Sekolah  Dasar NU Bangil, MTs Darul Ulum Jombang, sampai menyandang gelar  sarjana, semua diselesaikan pada yayasan yang berbasiskan keislaman. Kegemaran berkiprah di organisasi membuat dirinya semakin bersinar,  Sekretaris IPPNU merupakan jabatan pertama yang diemban dalam meniti pengembangan organisasi massa  mulai tahun 1964 sampai tahun 1969. Tahun 1979 sampai 1986 ormas keislamam memberikan kepercayaan penuh  terhadap kadernya yang murah senyum ini menjadi ketua Fatayat NU serta  didaulat menjadi bagian dakwah muslimat NU sampai tahun 2005.

Dengan perkembangan yang cukup pesat Ibu lima anak ini masuk dalam  dunia politik melalui Partai Kebangkitan Bangsa. Hasilnya cukup  signifikan, data dari hasil pemilu legislative 2008 menunjukkan sebagai urutan kedua dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan total perolehan  suara 45.455 suara. Untuk mewujudkan cita-cita sebagai wakil rakyat di tingkat Provinsi bukan hal yang mudah, semua dilakukan melalui proses panjang. Mulai dari pengenalan diri, citra diri sampai pada output yang diberikan kepada  masyarakat semata-mata adalah kegiatan social yang dilakukan dalam wadah organisasi. Belajar berorganisasi tidak ada salahnya, bahkan dengan  organisasi kita diarahkan dan dituntun menjadi manusia yang santun dan  bertanggungjawab. Katanya.

Di abad melineum seperti ini perbedaan antara pria dan wanita bukanlah  sebagai penghambat kesetaraan dalam berkarier. Bukti bahwa wanita juga  banyak yang duduk di parlemen, pejabat Negara bahkan kepala Negarapun  pernah dijabat oleh kaum hawa. Kita adalah penerus cita-cita Kartini.  Kata beliau.

Pada ajaran agama Islam menurut yang diketahui bahwa Islam tidak  melarang wanita sebagai pemimpin. Kesetaraan wanita dan pria adalah  sama, namun demikian ketika dirumah, tetap kembali sebagai kodratnya  bahwa wanita adalah ibu rumah tangga dan Pria sebagai kepala rumah  tangga. Katanya diplomatis.

Sebagai pemimpin, Istri H. Anas Maarif MPd, ini lebih menyukai kaum  wanita, hal ini menurutnya wanita lebih disiplin, jujur, tidak suka  bohong, dan bahkan lebih hemat karena tidak suka jajan. Tentang kesetaraan gender dalam dunia politik, menurutnya sudah mulai  diakomodasi dengan baik melalui Undang Undang Partai Politik, yang  memberikan kesempatan pada kaum hawa berperanserta dalam kancah politik   serta bursa pencalonan legislatif.

Kartini paroh baya ini juga berharap kedepan legislatif dan eksekutif  dapat menelorkan regulasi yang berkaitan dengan keterwakilan perempuan dalam kepemimpinan, baik dilevel pemerintahan, Keamanan (TNI), maupun  pada tataran level legislatif. Jika kesempatan kesetaraan gender sudah siap dengan berbagai  regulasinya, Politisi murah senyum ini berharap pada kaum wanita agar  siap dalam knolege, pengalaman, skill dan sumber daya lainnya. Sehingga  kepercayaan dan kesetaraan ini bernar-benar dapat diisi oleh  kartini-kartini yang lain. Kepercayaan kemampuan tidak hanya dibuktikan dengan sebuah serttifikat  atau legalitas dari dunia pendidikan saja. Namun yang lebih penting  adalah bagaimana wanita mampu menjalankan tugas-tugas yang diemban  sebagai pemimpin atau pejabat. Berkompetisi adalah bagian dari motivasi yang sangat berarti dalam  nilai-nilai kehidupan, yang paling penting adalah berkompetisilah secara  positif. Jadilah “wanita yang wani noto dan wani ditoto”. (Nonik)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved