Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Jatim Butuh Regulasi Berkualitas

 
08 Mei 2014

DPRD Jatim Online (Kamis; 08/05)

Suara Indrapura : Politikus asli Surabaya tepatnya lahir pada tanggal 4 Pebruari 1958 ini dikenal memiliki kepribadian santun, selalu tenang dalam menghadapi segala permasalahan. Figur yang mengedepankan kerja keras, semangat dan pantang menyerah ini selalu ditanamkan dalam dirinya agar cita-cita hidup dapat tercapai.

Sebagai anak bangsa yang memiliki cita-cita luhur, wajar jika semangat dan kerja keras selalu menjadi obsesi untuk merealisasikan kinerjanya. Untuk itu dalam mewujudkan apa yang  diinginkan perlu kerja keras dan semangat juang yang tinggi.  “Kita tidak mungkin menjadi besar secara tiba-tiba” katanya.

Alumnus Univeritas Surabaya dalam masa mudanya sangat menyukai kegiatan-kegiatan ekstrakulikulernya. Kegiatan tersebut bermanfaat sebagai pembelajaran awal dalam berinteraksi antar sesama manusia, mendewasakan diri, menambah wawasan, pengetahuan, serta pengalaman dalam mengarungi bahtera hidup masa depan.

Pengalaman berorganisasi diawali pada tahun 1981 sampai dengan 1983, dipercaya menjadi pucuk pimpinan Senat Mahasiswa. Secara piriodik beban yang ada dipundaknya semakin berat. Namun demikian tanggungjawab yang dibebankan padanya dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan visi dan misi organisasi.

Berangkat dari kader Partai Golongan Karya suami Hj. Farida Martarina ini masuk menjadi wakil rakyat melalui daerah pemilihan IX (Tuban dan Bojonegoro) masa bhakti 2009-2014 berkeinginan untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Jawa Timur.

Dengan meningkatkan kualitas regulasi, maka tatanan hidup antara masyarakat, pemerintah, dan legislatif akan berjalan seiring sejalan dan senafas demokrasi. Pengalaman yang menarik dan sangat berkesan menurut pria berkacamata minus ini adalah kegiatan pembuatan legal drafter di perguruan tinggi. Pada masa itu kegiatan legal drafter dibenak mahasiswa dianggap kegiatan yang membosankan, rata-rata banyak yang tidak suka. Baginya “legal drafter” adalah kegiatan yang sesuai dengan ilmu yang dimiliki. Itulah sebabnya putra pasangan Eddy Poernomo dan Hj. Bertje M ketika dipercaya menjadi ketua Badan Legislatif merasa tidak asing, dan sangat menyukai tugas yang dibebankan padanya. Legislator enerjik ini setelah dipilih dan dikukuhkan menjadi ketua Badan Legislatif (Banleg) berupaya sekuat tenaga untuk memberikan yang terbaik dalam tugasnya. Dirinya menyadari bahwa sekecil apapun tugas yang dibebankan padanya tanpa ada rasa tanggungjawab, maka hasilnya akan dapat ditebak, dan sebaliknya.

Bapak dua anak (Fitria Rosalia, Faisal Ach Bachtiar) mengatakan masalah regulasi tidak asing lagi baginya mengingat disiplin ilmu yang dimiliki dibidang hukum ketatanegaraan, serta sudah mengenal proses pembentukan raperda disaat menjadi anak kampus. Maka ketika menangani masalah regulasi sudah tidak canggung lagi. Sebagai lembaga yang memiliki fungsi legislasi DPRD wajib menelorkan produk hukum bagi kepentingan masyarakat yang mampu memayungi dan memberikan ketentraman masyakat.

Bagi Freddy membuat sebuah regulasi adalah tempat untuk mencurahkan pikiran dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Membela mereka yang patut dibela adalah impiannya. Pada tahun 2013 dari 25 raperda 11 merupakan Inisiatif Dewan telah disahkan sebanyak 6 raperda sedangkan 1 raperda tentang Pengguna Lalu Lintas Jalah pembahasannya membutuhkan waktu hingga tahun 2014, dari Eksekutif 14 raperda telah disahkan 9 raperda sedangkan 1 raperda tentang Perlindungan Anak Jawa Timur pembahasannya membutuhkan alokasi waktu hingga tahun 2014.

Sebagai alat kelengkapan  tentunya Badan Legislasi Daerah harus sesegera mungkin mengembangkan inovasi serta gebrakan gerakan baru. Kedepan Balegda Jatim berharap bukan hanya kuantitas Perda namun lebih didorong menghasilkan produk hukum yang berkualitas. Balegda Jatim menyadari bahwa peran serta masyarakat dalam pembahasan Perda masih belum maksimal.

Keterlibatan Perguruan Tinggi dan para pakar/Tenaga Ahli di bidang hukum diharapkan ikut berperan serta mulai dari penyusunan Naskah Akademik, proses pembahasan sampai mensosialisasikan Perda ikut berperan aktif, sehingga harapan terhadap kualitas regulasi dapat tercapai. Kedepan Balegda Jatim dan Pemprov akan lebih serius menuntaskan Prolegda yang telah ditetapkan. Selama bisa dikerjakan kenapa harus menunggu dan menunggu. Ujar Freddy. (Nonik)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved