Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Soroti Minimnya Pendampingan oleh Pemerintah

 
13 Juni 2014

DPRD Jatim Online (Jumat; 13/06)

Suara Indrapura : Masih banyaknya Koperasi Wanita (Kopwan) yang belum mampu berkembang memang sangat disesalkan.  Hal ini tak lepas dari minimnya pendampingan yang dilakukan oleh Pemprov Jatim. Karenanya untuk mengoptimalkan kinerja Kopwan yang diharapkan mampu mendorong para perempuan lebih kreatif dan mandiri lewat usaha berdagang perlu diberikan penyuluhan. Dengan begitu jika banyak para perempuan yang berhasil dipastikan akan mendorong perekonomian di Jatim semakin baik.

“Sangat disayangkan jika dalam Kopwan hanya berjalan program simpan pinjam. Mengingat dengan suntikan dana Rp25 juta/bulan seharusnya dapat dimanfaatkan oleh para ibu-ibu. Caranya dengan mendorong mereka membuka usaha. Dengan begitu dana bantuan kepada mereka akan bertambah dan ini justru menguntungkan karena pendapatan mereka juga ikut bertambah,” jelas politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jatim ini, Irwan Setiawan.

Selain soal Kopwan, dalam resesnya di Dapil III, Irwan banyak menemukan adanya wilayah yang belum teraliri PDAM dan PLN. Untuk wilayah-wilayah ini terus didorong untuk melakukan kreativitas sendiri. Diantaranya dengan membuat listrik dengan memanfaatkan tenaga surya, angin dan air. Namun untuk melangkah ke arah ini semua perlu adanya edukasi dari pemerintah alias pendampingan. Dengan begitu keinginan masyarakat dengan memanfaatkan sumber tenaga disekitarnya dapat dilakukan secara optimal.

Termasuk soal pemenuhan air bersih di wilayah Dapil III sangatlah minim. Yang ada selama ini yaitu dengan sistim swadaya untuk membeli pipa yang disambungkan ke mata air yang ada di gunung. Karena anggaran yang ada sangat minim, maka diameter pipa yang ada cukup kecil. Tak heran air yang keluarpun tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan penduduk desa.

“Untuk itu kami mendesak kepada pemerintah untuk membantu wilayah-wilayah yang ada dengan program pipanisasi. Dengan begitu diharapkan volume air yang mengalir ke pipa-pipa dapat dinikmati oleh masyarakat desa tanpa harus membebani PDAM,” tambah ayah dengan empat putra ini.

Sedang terkait pertanian, saat ini banyak dibutuhkan tenaga penyuluh pertanian. Ini tak lain banyak para petani yang masih kurang  paham terhadap tekhnologi pertanian menyangkut soal hasil panen.  Mengingat saat ini pemerintah lewat rumah kompos sudah mencontohkan untuk memakai pupuk organik. Tapi nyatanya jumlah pupuk ini sangat terbatas dibandingkan dengan kebutuhan yang ada. “Tak heran penyuluh pertanian saat ini sangat dibutuhkan untuk mendorong agar hasil pertanian di Jatim lebih maksimal,” tegasnya.

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved