Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Berikan Akses Ekonomi Pada Ibu-ibu

 
25 Juni 2014

DPRD Jatim Online (Rabu; 25/06)

Suara Indrapura : Minimnya perhatian bagi para perempuan khususnya kepada para ibu-ibu dalam akses ekonomi memang sangat dirasakan. Tak heran jika kemudian Gubernur Jatim, Soekarwo menggagas program pemberdayaan perempuan lewat penguatan perekonomian untuk mendapatkan akses pelatihan, permodalan hingga penjualan hasil.

Anggota DPRD Jatim, Agus Dono Wibawanto mengakui jika selama ini ibu-ibu hanya diminta mengurus keluarga dan anak tanpa diberi akses ekonomi. Padahal disatu sisi, para ibu-ibu memiliki kemampuan  untuk meningkatkan ekonomi keluarga dengan memberikan mereka pelatihan dibidang ketrampilan.

“Yang pasti orientasi kami pada penguatan ekonomi keluarga melalui pemberian ketrampilan, pelatihan dan permodalan kepada para ibu-ibu agar bisa menambah pendapatan keluarga,” tegas Agus Dono yang juga Ketua Komisi B DPRD Jatim ini.

Saat ini dirinya sudah memberikan pelatihan pembuatan kripik yang terdiri dari tempe, ketela dan buah-buahan. Dan baru-baru ini di didik pembuatan roti dan yogurt. “Untuk roti untuk sementara kami melatih dua kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 20 orang. Selanjutnya, mereka diberi bahan-bahan kue untuk di masak. Selanjutnya hasilnya dibawa pulang untuk diberikan kepada keluarganya dan tetangga,” tegas pria yang dikenal dekat dengan wartawan ini.

Selanjutnya, kalau dianggap sudah enak selanjutnya diproduksi untuk dijual. “Alhamdullilah sebagian sudah dapat dijual meski masih di lingkup desa. Tapi apapun hal ini sudah membuka peluang para ibu-ibu mendapat akses ekonomi,” lanjutnya.

Kedepan, kemungkinan akan dilemparkan ke tokoh-tokoh besar, supermarket maupun hotel. Untuk sementara lebih difokuskan di Kabupaten/kota Malang. Mengingat hasil yang di dapat, kualitas rotinya tak berbeda dengan roti yang dijual di mal-mal dengan harga selangit. “Kalau di Mall atau Plaza roti boy harganya sampai Rp8 ribu per roti, namun produk ibu-ibu disana cuma Rp4 ribu saja sudah mendapatkan roti dengan rasa roti boy,” ungkap Agus bangga.

 

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved