Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

DPRD Jatim Siap Tindak Lanjuti

 
15 April 2013

Suara Indrapura : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim akhirnya merespons keresahan warga atas tercemarnya minuman Coca-Cola dengan sampah plastik. Komisi E DPRD Jatim menegaskan akan menindaklanjuti keluhan masyarakat. Untuk itu, komisi kesejahteraan masyarakat ini meminta konsumen yang merasa terganggu bahkan sudah dirugikan untuk segera mengadukan kasus ini ke dewan. Ketua Komisi


E DPRD Jatim, Sugiri Suncoko menyatakan, lembaganya siap menampung aspirasi dan keluhan sekaligus nantinya akan menyelidiki kasus tercemarnya limbah plastic di dalam botol minuman Coca-Cola tersebut.

“Sebagai lembaga perlindungan konsumen terhadap produk-produk usaha yang perizinan dan pengawasannya melalui pemerintah, kami siap menyelidiki dan menegurnya. Kami masih menunggu pengaduan lebih lanjut dari masyarakat,” katanya.

Politisi Partai Demokrat ini menegaskan, jika pencemaran tersebut terbukti ada kelalaian pihak perusahaan PT Coca-Cola Amatil, maka tidak menutup kemungkinan Komisi E akan membawa kasus ini ke proses hearing. Pihaknya siap memanggil manajemen PT Coca-Cola Amatil. "Kalau memang perlu di-hearing-kan ya kita lakukan. Tidak ada toleransi," kata Sugiri.

Sejauh ini, keluhan dan reaksi konsumen Coca-Cola berbagai daerah terus mengalir melalui pesan singkat (SMS) maupun situs jejaring sosial ke beberapa media.  Kebanyakan mereka kaget dan khawatir dengan minuman yang sudah dikonsumsi banyak orang itu akan membawa dampak gangguan kesehatan pasa tubuh. Keluhan dan keresahan ini bertubi-tubi disuarakan warga setelah mengetahui masuknya sampah plastik ke dalam kemasan Coca-Cola botol dari laporan masyarakat.

Bahkan tak sedikit toko penjual produk Coca-Cola hingga mini market seperti Indomaret tidak lagi menjual minuman yang diproduksi induk perusahaan asal Amerika Serikat itu. Memang sebelum diketahui persis apakah penarikan produk tersebut merupakan akibat dari pemberitaan surat kabar atau karena faktor lain. Yang pasti, sebelum mencuat berita tersebut, selama ini produk Coca-Cola masih adem ayem alias tidak ada gejolak.

Penarikan produk Coca-Cola tersebut diketahui Koran ini berdasarkan data resmi yang dikirim oleh beberapa Indomaret di Surabaya dan sebagian daerah di Jawa Timur. Salah satunya adalah Indomaret di kawasan Jemursari Surabaya.

Data yang diterima koran ini dari Indomaret tersebut terdiri dari dua lembar berisi tentang dua hal penting. Pertama, tentang subjek dari lembar surat tersebut yang menyatakan bahwa “Produk Coca-Cola tidak dapat dijual” yang ditulis dalam huruf capital. Poin kedua adalah rincian daftar nama-nama produk Coca-Cola grup yang tidak terdaftar di DT3 toko setempat sehingga non kategori.

“Jumlahnya yang non kategori ada 24 minuman,” ungkap Tika (20), samaran, salah seorang pegawai di Indomaret tersebut kepala Berita Metro, kamis (11/4). Di antara 24 jenis minuman produk Coca-Cola grup yang tidak terdaftar di DT3 toko tersebut antara lain Sprite Slim 250 ml, Minut Maid Lemon 350 ml, Minut Maid Mango 350 ml, Minut Maid Tropical 350 ml dan Minut Maid Aloe Vera 350 ml. Informasi terbaru yang diperoleh dari pegawai salah satu Indomaret di Jemursari, Surabaya, para pimpinan mini market waralaba ini di kantor pusat, Jakarta, sudah melakukan sidak ke sejumlah Indomaret di Surabaya. Kunjungan tersebut berlangsung kurang lebih selama 3 jam.

“Ada kunjungan mendadak dari beberapa pimpinan Indomaret dari Pusat yang didampingi pimpinan di Surabaya secara mendadak,” katanya saat dihubungi, jumat ( 12/4) malam.(Fafa)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved