Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

embilan Fraksi Minta P APBD 2015 Tetap Prioritaskan Program Kerakyatan

 
28 Juli 2015

Sembilan Fraksi Minta P APBD 2015 Tetap Prioritaskan Program Kerakyatan

Sembilan fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur berharap agar program kerakyatan yang menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Jatim tetap dijalankan meskipun saat ini anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jatim mengalami penurunan.

Juru Bicara Fraksi Golkar Jatim, Sahat Tua P. Simanjuntak di Paripurna DPRD Jatim mengatakan sudah saatnya Pemprov Jatim mengunakan kekuatan PAPBD tahun 2015 dipertajam untuk mendorong kegiatan ekonomi rakyat. Pasalnya, akan kurang tepat jika kenaikan belanja daerah lebih diutamakan untuk mendukung belanja di program fungsi staf, dan tidak memperbesar kapasitas belanja publik serta menggerakkan ekonomi rakyat.

Lebih lanjut katanya, meskipun kekuatan P APBD Tahun Anggaran 2015 relatif mampu mengalokasikan sejumlah belanja pembangunan, tetapi dirinya menilai bahwa penggunaan anggaran tidak bisa dihindari untuk memenuhi belanja wajib. “Yang selanjutnya, netto anggaran bisa digunakan untuk mendorong pencapaian target kinerja RKPD tahun 2015 dalam bentuk belanja langsung maupun belanja tidak langsung,” tegas dia.

Sahat yang juga ketua Fraksi Golkar Jatim Politisi menjelaskan fraksi-fraksi turut sebagai kepanjangan tangan partai politik turut bertanggungjawab secara politis terhadap kebijakan staregis dan menyediakan pelayanan publik yang lebih baik.

“Sesuai Permendagri No 37 tahun 2014 tentang pedoman penyusunan APBD Tahun 2015 dan perubahan serta Perda Jatim Nomor 1 tahun 2014, menjelaskan salah satu tahapannya adalah meminta pendapat atau persetujuan dari fraksi di DPRD. Ini salah satu bentuk tanggung jawab fraksi sebagai kepanjangan tangan partai politik untuk ikut mengawal terhadap kebijakan startegis yang dirancang eksekutif dalam membangun daerah dengan menyediakan pelayanan publik yang lebih baik,” tuturnya.

Sementara itu Juru bicara Fraksi PKS Jatim, M. Siroj mengatakan pelemahan ekonomi sudah tampak jelas. Pada triwulan I  Tahun 2015, perekonomian nasional hanya tumbuh 4,17 persen. Pada triwulan I Tahun tahun 2004, pertumbuhan mencapai 5,14 persen.

“Ini menandakan perekonomian nasional mengalami pelambatan pada triwulan pertama tahun 2015. Gejala yang sama juga terjadi di Jatim, pada triwulan pertama tahun 2015, ekonomi Jatim tumbuh 5,18 persen. Padahal pada untuk triwulan yang sama di tahun 2014, perekonomian Jatim tumbuh 5,86 persen. Kondisi ini, jelas bahwa pelemahan perekonomian nasional diikuti pelemahan perekonomian di Jawa Timur,” tegasnya.

Meski mengalami penurunan, Fraksi PKS berharap Pemprov Jatim terus mengawal kebutuhan rakyat, seperti memberikan solusi untuk menampung tingginya pengangguran.

Sebab, banyak dugaan tingginya pengangguran, karena lapangan kerja yang tersedia belum mampu menampung tingginya angkatan kerja. Tingkat kemiskinan, FPKS menilai upaya Pemprov Jatim menurunkan angka kemiskinan menunjukkan kecenderungan berhasil.

Namun, menjadi berbeda anomali, pada sisi yang lain pada tahun 2014 dan kwartal tahun 2015 pertumbuhan perekonomian mengalami perlambatan. “Untuk itu, FPKS mendorong Pemprov mengoptimalkan daya serap anggaran dan produktif ,”ujarnya. (Panca)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved