Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Jatim Semakin Tinggi

 
08 April 2013

Suara Indrapura : Jalan nasional Jatim masih menjadi jalur maut. Pasalnya, angka orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Jatim masih sangat tinggi. Tercatat pada Tahun 2012 kemarin, perhari rata-rata sebanyak 16 orang meninggal di jalan raya. Angka tersebut melebihi angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas di DKI Jakarta yang hanya 3 orang perhari. Bahkan, angka rata rata meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di tahun 2012 juga lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2011 yaitu 14 orang perhari.

Anggota Komisi D DPRD Jatim, Irwan Setiawan mengatakan banyaknya angka kecelakaan di Jatim ini tidak lepas dari pertumbuhan jumlah kendaraan yang cukup pesat. Hingga akhir tahun kemarin, tercatat jumlah kendaraan roda dua di Jatim mencapai 11,5 juta. “Tak heran jika angka kecelakaan yang paling tinggi adalah kendaraan bermotor roda dua, karena jumlahnya memang cukup banyak. Di satu sisi pemerintah belum bisa melakukan pembatasan, terlebih lagi pemasukan dari kendaraan bermotor ini cukup besar,” katanya.

Kondisi tersebut memicu komisi D akan membuat rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang lalu lintas. Diantaranya dengan mengaktifkan paguyuban-paguyuban lalu lintas yang fungsinya untuk memberikan pelatihan dan pencerahan pada masyarakat. “Saat ini paguyuban itu sudah ada, tapi belum maksimal. Dengan adanya perda ini kami berharap nantinya bisa lebih maksimal, mereka melakukan kegiatan tidak hanya ketika ada kejadian saja, tapi dijadikan sebagai kegiatan rutin,” tindasnya.

Pihaknya juga meminta antara Dinas Perhubungan, Polantas, dan Dinas PU Bina Marga melakukan koordinasi yang lebih intens. Koordinasi tersebut menyangkut kejelasan tugas dan kewajiban mereka dalam mengatasi masalah lalu lintas. Meski demikian ada beberapa masalah yang belum jelas menjadi kewenangan siapa. “Itulah yang harus dipecahkan dengan koordinasi diantara mereka,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan dan lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub LLAJ) Provinsi Jatim, Wahid Wahyudi mengungkapkan,  ada 29.730 kasus kecelakaan di Jatim selama 2012. Dari jumlah tersebut tercatat korban jiwa sekitar 5.840 jiwa. Sementara, jumlah meninggal secara nasional mencapai 27.441 jiwa.

Menilik penyebab kecelakaan tersebut, 80% disebabkan karena faktor human eror, sementara selebihnya karena faktor kendaraan, infrastuktur jalan, faktor cuaca dan lainnya. Dari jumlah kasus kecelakaan tersebut, setidaknya 70% adalah kendaraan roda dua, selebihnya baru mobil dan kendaraan besar lainnya. “Yang lebih memprihatinkan, dari seluruh kasus kecelakaan kendaraan bermotor roda dua ini, ada 51% pengendaranya tidak mengantongi SIM (Surat Izin Mengemudi). Jadi tak heran jika banyaknya kecelakaan itu memang disebabkan faktor human error, karena mereka belum terlatih,” tandasnya.

Terkait dengan kecelakaan yang melibatkan kendaraan umum seperti bus dan lainnya, Wahid menandaskan bahwa Dishub LLAJ Jatim telah melakukan pelatihan terhadap para sopir, bekerjasama dengan perusahaan bus. Hasil dari pelatihan itu cukup efektif, setidaknya jumlah angka kecelakaan kendaraan umum khususnya bus bisa menurun. Pihaknya menambahkan, tidak muedah untuk melakukan pembinaan pengendara roda dua. Salah satu yang bisa dilakukan adalah lewat ketegasan akan SIM. Ketika ada permohonan pembuatan SIM, bisa sekaligus dilakukan sosialisasi.(Noni)

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved