Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

R APBD 2016 Mulai Anggarkan Dana Pilgub

 
16 September 2015

R APBD 2016 Mulai Anggarkan Dana Pilgub

Kondisi perekonomian negara yang tidak menentu, memaksa Jawa Timur harus berhemat. APBD  2016 yang sedang dibahas  oleh Pemprov  Jatim dan DPRD Jawa  harus ditata sesuai kebutuhan masyarakat.  Pengeprasan diberbagai anggaran pembangunan diperkirakan tidak bisa dihindari.  Sebab mulai tahun 2016 hingga 2018, APBD Jatim harus menyisihkan anggaran untuk pelaksanaan  Pemilihan Gubernur 2018.

Mengacu pada pengalaman sebelumnya setiap pelaksanaan  Pilgub  dibutuhkan anggaran yang cukup besar dan harus ditabung jauh jauh hari. Tahun 2013 lalu misalnya dibutuhkan anggaran sekitar Rp 900 milyar.  Untuk tahun 2018 diprediksi akan  naik dan membutuhkan dana sekitar Rp1 trilyun lebih.

“Bisa jadi memang begitu, saya memperkirakan anggaran Pilgub 2018 akan naik. Ini mengacu pada  anggaran tahun 2013 lalu yang mencapai Rp 900 milyar. Maka ditahun 2018 akan lebih besar lagi. Diprediksi  sekitar Rp.1 trilyun lebih. Persoalannya saat ini ekonomi sedang sulit begini,” ungkap Ketua Fraksi PKS Yusuf Rohana di ruang FPKS Senin (16/9)

Menurut Yusuf Rohana, kepastian berapa jumlah untuk pilgub setiap tahunnya akan ditentukan  dua pekan lagi. Sebab saat ini proses penyusunan APBD 2016 baru pada penyerahan KUA/PPAS  yang akan dilanjutkan dengan nota penjelasan Gubernur  baru akan diketahui berapa angka yang paling tepat untuk kebutuhan Pilgub ini.

“Untuk anggaran pilgub 2013 totalnya Rp600 milyar  yang  dicicil 4 tahun masing masing Rp150 miliar,baru pada 2013 diperbesar plus anggaran cadangan. Untuk 2018,  saya rasa sama, akan dicicil juga dimulai 2016. Kalau tiga tahun, pertahunnya bisa Rp300  miliar, maka baru 2018 sekitar Rp400 miliar,” Kata Pria yang juga anggota komisi B DPRD  Jatim ini.

Kata Yusuf, pola dicicil ini sangat efektif. Sebab jika dianggarkan dalam satu tahun anggaran saja maka akan mengorbankan kebutuhan anggaran untuk pembangunan lainnya.  Terkait Kenaikan anggaran, pria yang sudah dua periode  menjadi anggota Dewan ini bisa dimaklumi.  Sebab setiap tahun selalu terjadi perubahan atas jumlah satuan harga,  begitu juga jumlah pemilih yang juga naik. Dengan bertambahnya jumlah suara karena adanya kenaikan pemilih baru,  pasti berimplikasi pada kenaikan jumlah surat suara dan  kotak suara. Otomatis anggaran pun akan bertambah. Anggaran sebesar Rp 1 triliun  ini  nantinya akan digunakan untuk pencetakaan surat suara, kotak suara yang rusak, kebutuhan sosialisasi, honor  petugas mulai dari  TPS, PPS dan yang paling besar kedua adalah biaya pengamanan.

“Dengan jumlah anggaran Pilgub yang cukup fantastis ini, diperkirakan akan banyak anggaran pembangunan yang harus dikepras. Semoga saja situasi ekonomi bisa beranjak baik. Kalau masih terpuruk seperti sekarang ini  maka akan ada kebutuhan pembangunan untuk masyarakat yang harus dikorbankan,” pungkasnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Jatim Tjutjuk Sunario membenarkan anggaran Pilgub 2018 sudah dianggarkan sejak 2015  yaitu Rp1 triliun, sedang untuk  2016  - 2018 akan dianggarkan masing masing Rp300 miliar dan Rp400 miliar. Politisi asal Gerindra ini mengakui dengan kebijakan ini akan ada konsekwensi pemangkasan anggaran di tiap SKPD, sebagai bentuk penghematan untuk pesta rakyat Jatim.

“Namanya juga uangnya terbatas, apalagi ekonomi sedang tidak menggembirakan begini. Pasti akan ada pengeprasan anggaran dan prioritas yang akan ditetapkan. Yang penting kebutuhan masyarakat yang urgent  harus terpenuhi. Misalnya perbaikan jalan bisa sebatas tambal sulam. sektor primer yang harus didahulukan. UKM, Pendidikan itu harus diprioritaskan,” kata Tjutjuk.

Penganggaran Pilgub ini sudah disepakati oleh tim anggaran pemprov dan DPRD Jatim untuk mulai ditetapkan mulai  APBD 2016. (Siti).

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved