Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Dana Pilgub Jatim Bengkak Jadi Rp 1,4 Triliiun

 
28 September 2015

Dana Pilgub Jatim Bengkak Jadi Rp 1,4 Triliiun

Kendati pelaksanaan pemilihan Kepala Daerah Provinsi (Pilgub) Jawa Timur baru akan diselenggarakan pada tahun 2018. Namun Pemprov Jatim sudah mulai mengalokasikan anggaran dana Pilgub secara simultan (multiyears) agar nantinya tidak terlalu membebani APBD Jatim.

Bahkan pada APBD tahun 2015, Pemprov Jatim sudah menyisihkan anggaran untuk Pilgub sebesar Rp.100 miliar. Sedangkan pada APBD tahun 2016 mendatang, direncanakan sebesar Rp. 300 miliar. Lalu di tahun 2017 sebesar Rp. 300 miliar dan tahun 2018 sebesar Rp.300 miliar, sehingga total dana Pilgub Jatim mencapai Rp. 1 triliiun.

Namun rencana tersebut bakal berubah seiring dengan adanya perubahan Undang-Undang tentang Pilkada, dimana KPU selaku penyelenggara Pilkada memiliki kewajiban menanggung biaya pengadaan alat peraga dan kampanye pasangan calon yang maju. Sehingga dana Pilgub Jatim juga menjadi membengkak.

"Rencana awal biaya Pilgub Jatim 2018 memang dialokasikan sebesar Rp.1 triliiun. Tapi sekarang berubah menjadi Rp.1,4 triliiun atas masukan dari KPU Jatim. Makanya masukan penting ini perlu dibahas serius dalam APBD Jatim 2016 mendatang," ujar Wakil Ketua DPRD Jatim, Tjutjuk Sunario saat dikonfirmasi Senin (28/9).

Politisi asal Partai Gerindra itu menilai biaya Pilgub Jatim memang cukup memberatkan APBD. Apalagi kondisi ekonomi Indonesia sedang lesu. " Ini adalah bagian dari resiko yang harus ditanggung pemerintah dan rakyat karena menggunakan sistem pemilihan langsung. Kalau mau efisien ya sebaiknya Pilgub kembali dipilih Dewan saja," kelakar Tjutjuk.

Sementara itu, Gubernur Jatim Soekarwo mengaku harus memeras keringat dan otak supaya pengalokasikan dana Pilgub tidak terlalu memberatkan APBD Jatim. Alasannya, jika tahun 2016 hanya dialokasikan sebesar Rp.300 miliar maka tahun 2017 dan 2018 minimal harus dialokasikan masing-masing sebesar Rp.500 miliar.

"Sekarang kan sudah menyisihkan Rp.100 miliar, lalu tahun depan rencananya Rp300 miliar. Sedangkan kekurangan Rp.1 triliiun akan dialokasikan melalui APBD 2017 dan 2018. Tapi jika kondisi ekonomi masih seperti sekarang tentu itu sangat memberatkan. Ini sama saja memeras handuk yang sobek supaya keluar keringat, " kelakar Pakde Karwo panggilan akrab Soekarwo. 

Terpisah, komisioner KPU Jatim, Choirul Anam menyatakan bahwa biaya Pilkada menjadi besar lantaran dalam regulasi baru, kampanye dibiayai negara. "Kalau biaya Pilgub Jatim membengkak itu wajar karena kampanye sekarang ditanggung negara. Pengalokasikan anggaran dimulai sejak awal itu agar tidak terlalu memberatkan APBD," pungkasnya. (Siti).

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved