Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Payung Hukum Gelontorkan Dana UMKM Dipertanyakan, Gubernur Sudah Disetujui OJK

 
10 Oktober 2015

Payung Hukum Gelontorkan Dana UMKM Dipertanyakan, Gubernur Sudah Disetujui OJK

Usulan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Menggelontorkan dana sebesar Rp 400 miliar untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dimasukkan dalam R APBD tidak sepenuhnya mulus, pasalnya, dalam Rapat Paripurna kemarin (9/10), Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jatim mempertanyakan payung hukum atau dasar hukum atas usulan Gubernur tersebut.

Salah seorang anggota Banggar DPRD Jatim, H. Anwar Sadad, mengatakan, dalam kondisi ekonomi yang melemah seperti saat ini, program yang dapat digunakan untuk merangsang pertumbuhan UMKM di Jatim dibutuhkan. Namun, pengucuran dana ke UMKM harus tetap memiliki legalitas hukum.”Gubernur tidak memberi jaminan, apakah (gelontoran dana UMKM,red) tepat sasaran atau tidak. Hal itu tidak jauh berbeda dengan R APBD 2015. Ketika itu, Gubernur menggelontorkan dana ke Bank  Tani sebesar Rp 200 miliar yang ternyata tidak sesuai serapan,” ungkap Anwar Sadad.

Dia menambahkan bahwa DPRD Jatim khawatir pemberian dana UMKM itu tidak akan sesuai serapan dan tidak jauh berbeda dengan Bank Tani. Selain itu, program itu rawan masalah, jika tidak dilandasi dengan landasan hukum yang jelas.” Oelh karena itu, Banggar DPRD Jatim memberi syarat agar program itu dapat dimasukkan di APBD 2016. Yaitu, legalitas standing, analisis investasi, dan standart operasional prosedur yang mengatur ketentuan teknis dalam pelaksanaan. Kami member waktu tiga minggu kepada pemprov untuk memenuhi syarat tersebut,”papar dia.

Sementara itu, Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan bahwa program penggelontoran dana sebesar Rp 400 miliar ke UMKM telah disetuji oleh OJK (otoritas jasa keuangan).” Dana UMKM itu telah disetujui oleh OJK. Jadi, kami  mengajukan dana sebesar Rp 400  miliar ke RAPBD 2016,” terang pria yang disapa Pak De Karwo itu.

Soekarwo justru menjelaskan program tentang Bank Tani dana sebesar Rp 30 Miliar yang diserahkan dalam program tani bukan saat masa bercocok tanam saja, tetapi juga pascapanen, sehingga itu tepat sasaran.

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved