Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Sejumlah Persoalan Jelang Pilkada Serentak

 
17 Oktober 2015

Sejumlah Persoalan Jelang Pilkada Serentak

Reses II Anggota Dapil V yang meliputi Kabupaten/Kota Malang dan Kota Batu, mengawali laporannya terkait Pilkada serentak yang dijadwalkan tanggal 9 Desember 2015.

Menurut anggota Dapil V, harus diakui sejumlah persoalan ditemukan menjelang penyelenggaraannya. Namun demikian, mau tidak mau pilkada harus tetap dijalankan. Semua elemen bangsa ini harus menjunjung tinggi demokrasi yang sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai ideologi dasar negara. “Kita berharap pilkada serentak ini dapat meningkatkan demokrasi di Indonesia,” kata juru bicara anggota Dapil V, H. Fatchullah, S H.

Untuk itu, perlu sosialisasi yang masif, komprehensif dan waktu yang cukup sampai tingkat bawah, sehingga bisa meningkatkan antusiasme pemilih, lancar dan sukses pelaksanaannya, serta lebih berkualitas. Pelaksanaannya berjalan jujur dan adil, sehingga pada akhirnya orang-orang terbaik yang pantas memimpin daerah, dan keluar sebagai pemenangnya secara sportif.

Di bidang perekonomian, Anggota Dapil V mendapati perusahaan atau perorangan yang melakukan aktifitas pertambangan secara ilegal pada galian golongan C (pasir besi) di daerah Malang selatan. Ini sangat merugikan semua pihak, selain merusak alam dan ekosistem, juga menyengsarakan warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai.

Dari pantauan dan laporan masyarakat setempat, aktifitas pertambangan tersebut banyak yang belum mengantongi izin dari instansi terkait. Menurut anggota Dapil V, ini merupakan bukti bahwa masih lemahnya pengawasan pemerintah terhadap para penambang galian C, khususnya pasir besi. Anggota Dapil V meminta pemerintah agar bertindak lebih tegas, yakni segera menghentikan aktifitas ilegal tersebut kalau tidak ingin diseret ke jalur hukum.

Dari hasil Reses II tahun 2015, temuan lain adalah permasalahan kelangkaan dan mahalnya  harga pupuk masih dijumpai dan disampaikan masyarakat petani. Menurut anggota Dapil V, kekurangan pupuk dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman yang tidak normal, sehingga menurunkan hasil panen atau bahkan terjadi gagal panen. Gagal panen inilah yang selanjutnya menjadi ancaman dalam menciptakan ketahanan pangan.

Di bidang keuangan, masalah utama adalah adanya jurang pemisah antra penyaluran dengan peerimaan kredit. Banyak lembaga permodalan dengan berbagai skim kreditnya ditawarkan ke petani, tetapi kenyataanya hanya dapat diakses oleh kelompok masyarakat tertentu, sedeangkan petani kecil masih kesulitan mengaksesnya.

Untuk itu, anggota Dapil V meminta pemerintah terus mengupayakan kemudahan pemberian bantuan kredit lunak, bila perlu tanpa agunan. Dapil V juga akan terus meminta pemerintah tetap menggalakkan program sosialisasi sampai ke pelosok desa-desa terpencil, khususnya di Kabupaten Malang. Maksudnya agar program penyaluran Kredit lunak dapat diketahui dan diakses dengan mudah dan cepat oleh masyarakat secara luas tanpa batas. (Mukti).

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved