Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Jelang Akhir, Baleg Ingatkan Lima Komisi, Maksimalkan Perda

 
24 Oktober 2015

Jelang Akhir, Baperda Ingatkan Lima Komisi, Maksimalkan Perda

Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperada) yang dilakukan di DPRD Jatim masih lemah. Jelang akhir 2015, Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Baperda) DPRD Jatim belum ada penambahan produk Peraturan Daerah (Perda) untuk kepentingan rakyat Jawa Timur. Buktinya, hingga pertengahan Oktober, kinerja Baperda jauh dari harapan, hanya menyelesaikan delapan Perda dari 26 usulan Raperda. Tentunya jumlah itu,  tidak sebanding dengan usulan inisiatif Dewan sebanyak 18 Raperda dan hanya (8) delapan usulan Eksekutif.

Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Baperda) Jatim, Irwan Setiawan tidak menampik dari 26 Raperda baik dari inisiatif Dewan maupun usulan dari Eksekutif baru delapan yang sudah disahkan. Delapan Perda yang disahkan itu terdiri dari enam Inisiatif Dewan, dan dua usulan Eksekutif. Meski begitu, Baleg DPRD Jatim masih menunggu Nota Penjelasan dari pengusul Perda.

Seakan tidak mau menjadi kambing hitam minimnya produk Perda, Baperda berinsiatif menyampaikan surat teguran ke lima Komisi DPRD Jatim untuk segera menuntaskan tugasnya. “Saat ini baru masuk dua, yakni Inisiatif Komisi C dan Eksekutif. Kami sudah menyampaikan surat ke seluruh Komisi untuk menuntaskan usulan Raperda mereka,’’ kata Irwan.

Politisi asal PKS ini, menambahkan Baperda sudah mengajukan desakan ke Eksekutif. ’’Sampai sekarang belum ada tambahan draft raperda yang masuk,’’ kata Irwan.

Ditambahkannya, jika penyusunan Perda butuh waktu panjang. Untuk Perda Inisiatif Dewan, harus melalui sembilan Rapat Paripurna. Tahun ini masih sisa sepuluh minggu. Apabila asumsi Paripurna digelar seminggu sekali, waktu yang tersisa hanya cukup untuk pembahasan satu Raperda.

Irwan tidak menampik hitungan itu. Namun, ketapatan waktu bergantung Badan Musyawarah  (Banmus) yang menjadwal kegiatan Dewan. Kalau dipadatkan, sisa waktu sepuluh minggu bisa menyelesaikan lebih dari satu Raperda. ’’Bergantung masing-masing pengusul, mereka harus secepatnya mengirim nota penjelasan ke Baperda,’’ ungkap politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Apabila sisa Raperda yang telah diusulkan itu tidak terselesaikan, Dewan memiliki pekerjaan rumah untuk tahun depan. Agar tidak menumpuk, Baperda akan menyampaikan kepada Eksekutif maupun Legislatif kondisi yang sebenarnya. Dengan begitu bisa dilakukan pembatasan usulan.

Terpisah, Ketua Baperda DPRD Jatim Achmad Heri mengaku penyusunan Raperda tahun ini lambat. Pemicunya, banyak Raperda yang payung hukumnya dari Pusat. Lalu, banyak agenda besar digelar tahun ini, salah satunya pemilihan Kepala Daerah serentak. Kemudian, kesadaran masing-masing pengusul untuk segera menyerahkan draft Raperda.

Sisa waktu sepuluh bulan di tahun ini mendorong Baperda untuk bekerja cepat. Jumlah Raperda yang sudah digedok, diharapkan bertambah. Paling tidak ada dua raperda yang disahkan akhir tahun ini. ’’Kami akan berupaya maksimal untuk merealisasikan itu,’’ ungkap Achmad Heri.

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved